Gedung Putih Minta Tidak Ada Tagihan bagi Pasien COVID-19

0
91

Gedung Putih mengatakan, Kamis (9/4), rumah-rumah sakit yang mengambil bantuan dari stimulus $2 triliun kudu setuju untuk tidak mengirim tagihan medis yang “mengejutkan” kepada penderita yang dirawat karena COVID-19.

Tagihan kejutan biasanya berlaku ketika seorang pasien dengan asuransi kesehatan dirawat di ruang gawat darurat, atau pada saatdokter, pada luar jaringan asuransi itu, positif sesuai prosedur rumah sakit. Tagihan itu bisa berjumlah ratusan mematok puluhan ribu dolar.

Sebelum wabah virus corona, bagian Kongres telah berjanji untuk membatasi praktik tersebut, tetapi prospek peraturan tersebut sekarang tampaknya sangat tak pasti.

“Pemerintahan Trump berkomitmen memastikan semua orang Amerika tidak dikejutkan oleh biaya terkait pengetesan dan perawatan yang itu butuhkan untuk COVID-19, ” logat juru bicara Gedung Putih Judd Deere dalam pernyataan.

Rancangan Undang-Undang stimulus itu termasuk $100 miliar untuk sistem perawatan kesehatan, guna meringankan krisis uang tunai akibat pembatalan massal prosedur elektif dalam persiapan untuk menyambut pasien virus corona. Pengucuran $ 30 miliar pertama, untuk rumah-rumah sakit, diperkirakan segera.

Larangan tagihan mendadak itu bakal melindungi pasien yang ditanggung agenda pemerintah, asuransi perusahaan atau asuransi yang dibeli sendiri. [ka/ft]