Kangmas Soe Hok Gie, Arief Budiman Tutup Usia

0
261

Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Neil Semuel Rupidara saat dihubungi VOA Indonesia menyatakan rasa duka mendalam meninggalnya Profesor Arief Bijaksana tersebut. Semasa hidup, Arief pernah aktif mengajar di UKSW dan di Universitas Melbourne, Australia.

Menurut Neil, UKSW serta Arif Budiman memiliki ikatan erat karena sosok mendiang dikenal jadi intelektual yang kritis dalam menanggapi kebijakan Orde Baru.

“Pak Arief kan orangnya apa adanya. Mengemukakan secara terus-terang pandangannya, pemikirannya, di masa atau pemerintahan yang saya kira pendekatan represif dilakukan dan sangat tinggi risikonya. High risk bagi personal serupa Pak Arief, tapi beliau mewujudkan tetap menjalankan tugas publiknya, ” kata Neil Semuel Rupidara.

Neil mengungkapkan UKSW Salatiga memiliki berencana menghadirkan kegiatan khusus mengenang Arief Bijaksana dan pemikiran intelektualnya.

Arief Budiman, dilahirkan dengan tanda Soe Hok Djin, adalah seorang aktivis demonstran Angkatan ’66 bersama-sama dengan adiknya, Soe Hok Gie. Saat itu, Arief masih menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Nusantara, Jakarta.

Arief meneruskan studi ilmu sosiologi ke Perancis dan Amerika Serikat. Arief selalu mengajar di UKSW Salatiga semasa 10 tahun, yait dari 1985 hingga 1995. Ketika UKSW dilanda kemelut yang berkepanjangan karena penetapan rektor, Arief melakukan mogok membentuk dan dipecat. Dia kemudian memutuskan hengkang ke Australia dan menerima tawaran menjadi profesor di Universitas Melbourne. [ys/ft]