Universitas Harvard Tolak Bantuan Jutaan Dolar

0
257

Universitas Harvard, perguruan tinggi paling sugih di dunia, diberi alokasi persediaan $8, 6 juta sebagai periode paket stimulus pemerintah untuk positif perekonomian yang dilanda pandemi Covid-19. Tapi dana itu kemudian dikembalikan oleh Harvard setelah timbul keonaran dalam media yang mengatakan banyak perusahaan besar telah mendapat arah dari bantuan stimulus itu.

Akhir bulan lalu Presiden Trump menyerukan pada universitas dengan terletak di negara bagian Massachussets itu untuk mengembalikan dana sandaran tadi, dengan mengatakan bahwa uang itu sebetulnya ditujukan bagi “para pekerja” dan bukan bagi salah satu “lembaga pendidikan terkaya didunia. ”

Harvard lalu mengatakan 100 persen dana tumpuan itu akan dibagikan kepada para-para mahasiswa yang menghadapi masalah keuangan yang urgen karena dilanda gawat akibat pandemi Covid-19.

Tapi satu keadaan kemudian pimpinan Harvard mengatakan tak akan menggunakan dana itu sepadan sekali, dan memutuskan tidak hendak minta ataupun menerima bantuan dana “yang dialokasikan padanya sesuai susunan, ” kata sebuah pernyataan.

“Kami akan memberi terang Departemen Pendidikan tentang keputusan itu dan minta pada departemen tersebut untuk bertindak cepat guna memberikan bantuan sumber dana yang telah dijanjikan sebelumnya bagi Harvard, ” kata pernyataan itu lagi.

Perguruan tinggi bergengsi itu menambahkan akan tetap memberikan sokongan keuangan yang telah dijanjikannya pada para siswanya.

Departemen Pendidikan sedang bersiap-siap mendapat biaya $30, 8 miliar guna dibagikan kepada sekolah-sekolah dan universitas dalam Amerika, yang terpaksa tutup tengah karena virus korona itu. Simpanan itu adalah bagian dari paket stimulus ekonomi berjumlah $2, dua triliun dollar yang disahkan sebab Kongres bulan lalu.

Patung John Harvard di Universitas Harvard, pokok wisata populer di kampus dalam Cambridge, Massachusetts, didekorasi dengan topeng pelindung, 14 Maret 2020. (Foto: AP)

Penerbitan universitas yang bernama Harvard Crimson melaporkan bahwa biaya hibah yang telah diterimanya sejak banyak donor, tahun lalu berjumlah $40, 9 miliar. Namun para pengurus universitas mengatakan jumlah tersebut mungkin telah turun sampai kira-kira $30 miliar karena krisis ekonomi yang sedang berlangsung.

Sejumlah perusahaan besar lainnya juga telah mendapat bagian dari sandaran keuangan itu. Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa setidaknya tiga jaringan restoran besar ikut mendapat pinjaman jutaan dollar dari sedekah stimulus itu.

Akan tetapi setelah timbul kehebohan di media bahwa dana itu seharusnya diberikan kepada pemilik bisnis kecil, restoran cepat saji Shake Shack dan Restoran Steak Ruth Chris segera berniat akan mengembalikan pinjaman itu.

Sarah Core, seorang pemilik bisnis kecil di Yuba City, California, tidak jadi mendapat pinjaman $58 ribu buat membayar gaji pegawai dan bervariasi ongkos operasi lainnya karena bank-bank yang ditugaskan memberikan pinjaman laksana itu sudah kehabisan dana dengan diberikan pemerintah.

Keterangan perusahaan yang mamantau kegiatan ekonomi, Marketwatch mengatakan, 43 persen pemilik bisnis kecil akan bangkrut dalam enam bulan kedepan kalau mereka tidak segera mendapat bantuan keuangan, dan ratusan ribu pemilik daya kecil masih menunggu kabar mengenai status permohonan pinjaman mereka. [ii/jm]