Korsel: ‘Panic Buying’ Landa Korut

0
93

Wabah virus corona kemungkinan menelan banyak korban di Korea Utara sehingga kepala Kim Jong-un menghindari kegiatan-kegiatan publik dan rakyatnya panik berbelanja (panic buying) banyak kebutuhan sehari-hari, kata biro intelijen Korea Selatan dalam sebuah sidang parlemen, Rabu (6/5), di Seoul.

Sejumlah jalan berita melaporkan, antrean panjang terlihat di banyak toko-toko yang menjual kebutuhan pokok. Sejumlah rak tampak kosong dan para pemilik gardu membatasi belanja para pelanggan itu. Situs NK News, yang penuh memberitakan Korea Utara, melaporkan, situasinya persis seperti di negara-negara dengan dihantam keras wabah virus corona.

Radio Free Asia melaporkan, harga-harga bahan-bahan kebutuhan sari melambung karena aksi belanja kaum Korea Utara.

Warga mengenakan masker saat melintasi jalan di pendahuluan Hotel Ryugyong di Pyongyang, Korea Utara, 28 April 2020. (AP Photo/Cha Song Ho)

Meskipun mengambil langkah-langkah karantina keras, Korea Memajukan bersikeras mengatakan tidak ada urusan penularan virus itu di negeri. Banyak pakar kesehatan dalam luar Korea Utara meragukan pengesahan itu dan memperingatkan bahwa pagebluk penyakit akan sangat menyulitkan negeri itu karena sistem layanan kesehatannya yang rapuh.

Jawatan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) mengatakan, dalam sidang dengar informasi tertutup sebuah komisi parlemen, epidemi itu merupakan salah satu kausa mengapa Kim Jong-un jarang hadir di hadapan publik tahun ini, kata Kim Byung Kee, prawacana seorang legislator yang menghadiri pertemuan dengan dinas intelijen itu.

Hingga Rabu (6/5), Kim Jong-un hanya 17 kali muncul di hadapan jemaah tahun ini. Angka itu, introduksi legislator tersebut, jauh lebih kecil dari angka kemunculannya pada periode yang sama tahun-tahun sebelumnya. Patuh NIS, pada periode Januari had April, sejak memegang kekuasaan di 2011, Kim Jong-un rata-rata tampak di hadapan publik 50 kala.

NIS mengatakan institusi itu tidak bisa menghapus jalan bahwa wabah virus corona pantas melanda Korea Utara saat ini karena perbatasan Tiongkok-Korea Utara dilaporkan aktif sebelum Korea Utara menutup pintu-pintu perbatasannya pada Januari pada usaha mencegah penyebaran virus itu.

Setelah 20 keadaan hilang dari pandangan publik, Kim Jong-un, Jumat lalu muncul pada sebuah upacara peresmian pabrik gemuk dekat Pyongyang. Ketidakmunculannya ini sempat memicu gosip mengenai kesehatannya & masa depan negara itu. [ab/uh]