Selandia Baru Rencanakan Belanja Besar-besar buat Tekan Pengangguran

0
233

Pemerintah Selandia Baru berencana untuk meminjam dan membelanjakan persediaan besar-besaran dalam usaha mempertahankan level pengangguran di bawah 10 tip pada saat menghadapi wabah virus corona.

Menteri Keuangan Selandia Baru Grant Robertson, Kamis (14/5), mengumumkan rencana anggaran negeri yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berdasarkan anggaran baru, utang pemerintah akan meningkat dari sedikit pada atas 20 persen menjadi 54 persen pada 2023, sementara beribu-ribu pekerjaan baru akan diciptakan, khususnya untuk pembangunan rumah dan pembaruan kualitas lingkungan.

Walaupun demikian, sejumlah pakar berpendapat, pengembangan besar-besaran belanja pemerintah tidak mampu mengimbangi kerugian ekonomi yang ditimbulkan wabah itu. Tingkat pengangguran diperkirakan akan meningkat dari sedikit di atas empat persen menjadi dekat 10 persen pada Juni.

Menteri Keuangan Grant Robertson menyampaikan lektur anggaran tahun 2020-nya kepada para jurnalis di gedung parlemen Selandia baru di Wellington, Kamis, 14 Mei 2020.

Robertson mengakui, pariwisata, yang menyumbang sekitar 10 upah pada ekonomi negara, tidak akan pulih seperti sedia kala dalam beberapa tahun ke depan. “Kita menghadapi krisis ekonomi dan kesehatan global yang belum pernah berlaku sebelumnya sejak era Depresi Gede, ” katanya.

Bersandarkan rencana anggaran baru, pemerintah hendak membelanjakan 30 miliar dolar selama 40 tahun ke depan.

Rencana perkiraan itu diungkapkan pada hari yang sama negara itu mencabut sebagian besar pembatasan-pembatasan lockdown . Mal-mal, toko-toko eceran & restoran-restoran buka dan banyak karakter kini diizinkan kembali bekerja pada kantor.

Selandia Hangat dinilai banyak negara telah jadi mengatasi wabah virus corona. Pihak berwenang kesehatan negara itu, Kamis (14/5), mengumumkan, tidak adanya peristiwa penularan baru untuk hari ke-3 berturutan. Selandia Baru melaporkan kira-kira 1500 kasus infeksi yang sudah dikukuhkan, dan 21 kematian. [ab/uh]