Achmad Yurianto: Tidak Ada Larangan Berangkat ke Pasar

0
7

Juru kata penanganan kasus virus corona Dr Achmad Yurianto menyatakan bahwa tidak ada larangan bagi masyarakat untuk membeli perlengkapan ke pasar untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 hijriyah, termasuk membeli baju lebaran. Meski begitu, katanya, dia menganjurkan masyarakat untuk tidak melengahkan protokol kesehatan agar virus ini tidak semakin menyebar.

“Tidak ada larangan untuk membeli baju yang baru, tidak ada larangan untuk ke pasar, tetapi tetap dengan etika sesuai aturan kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun adalah cara yang paling berbudi, ” ujarnya dalam telekonferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (22/5).

Dalam kesempatan ini, ia membaca pemerintah telah melakukan evaluasi mobilitas warga dalam beberapa waktu terakhir ini. Menurutnya, pergerakan warga memang tidak bisa sepenuhnya dicegah, meskipun pergerakan warga itu sebenarnya mampu menjadi sumber penularan Covid-19. Pada sisi lain, pergerakan warga serupa bisa meningkatkan aktivitas ekonomi yang lesu dihantam virus ini.

“Pergerakan sosial, aktivitas baik keluar rumah, berada di lingkungan, berada di pasar, berada dalam tempat-tempat pertumbuhan ekonomi misalnya, lalu melintas batas antar pemerintahan, itu menjadi sesuatu yang tidak barangkali dicegah sepenuhnya, ” paparnya.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada segenap masyarakat untuk saling menjaga, silih peduli. Terkait tradisi yang tetap dilakukan pada hari raya lebaran seperti silaturahmi dengan cara datang ke sanak saudara, ia mengimbau agar hal tersebut dilakukan dengan virtual karena pemerintah melarang pegangan.

Kasus Corona di Indonesia Capai 20. 796

Pada Jumat (22/5) pihaknya kembali melaporkan penambahan kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 634. Total kasus virus itu kini dikukuhkan menjadi 20. 796.

Jawa Timur kembali menjadi penyumbang terbanyak penambahan kasus positif hari tersebut sebanyak 131, kemudian disusul oleh DKI Jakarta sebanyak 99 kejadian, Sulawesi Selatan 71 kasus, Nusa Tenggara Barat 54 kasus, dan Jawa Barat dengan penambahan 40 kasus baru.

Sebesar 219 pasien sudah diperbolehkan pulang, sehingga total pasien yang telah pulih kini mencapai 5. 057. DKI Jakarta menempati posisi tertinggi dengan 52 pasien, disusul Sumatera Utara dengan 28 pasien, Sulawesi Selatan 19 pasien, Sumatera Daksina 17 pasien, dan DIY 12 pasien. Sayangnya, korban jiwa sedang berjatuhan. Pada Jumat tercatat, sebanyak 48 orang meninggal dunia. Mutlak yang meninggal pun menjadi satu. 326.

Sementara tersebut, untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau sampai saat ini adalah sebanyak 47. 150, sedangkan jumlah pasien di dalam pengawasan (PDP) yang masih diawasi sampai saat ini tercatat sebesar 11. 028. [gi/ab]