Jepang Cabut Status Darurat untuk Tokyo

0
77

PM Jepang Shinzo Abe telah mencabut situasi penting bagi Tokyo dan empat prefektur tetangganya yang diberlakukan bulan morat-marit pada puncak wabah virus corona. Langkah ini mengakhiri pembatasan nasional sementara bisnis mulai membuka balik aktivitas mereka.

Perdana menteri mengumumkan langkah itu keadaan Senin (25/5) dalam pidato yang ditayangkan televisi, beberapa jam setelah satu panel khusus virus corona menyetujui rencana untuk mencabut kedudukan darurat ibu kota Jepang & daerah-daerah sekitarnya itu. Keputusan itu diambil setelah jumlah kasus anyar cenderung menurun.

Perdana menteri pada mulanya menyatakan status darurat 30 hari pada tujuh April bagi Tokyo dan enam prefektur, termasuk kota pelabuhan pada Jepang Tengah, Osaka, sewaktu total kasus Covid-19 mulai meningkat. PM Abe memperluas status tersebut ke seluruh negeri hanya beberapa keadaan sebelum status itu akan sudah, dan kemudian secara bertahap mencabutnya sewaktu wabah tampak mulai dingin. Dekrit situasi darurat seharusnya berakhir pada 31 Mei.

Penetapan status perlu itu tidak menyebut-nyebut tentang pemberlakuan lockdown nasional yang mengikat secara hukum, karena konstitusi Jepang pasca-Perang Negeri II, yang sangat mendukung kebebasan sipil.

Jepang saat ini memiliki lebih dari 16. 500 kasus Covid-19 terkonfirmasi dengan 820 kematian, angka yang nisbi rendah dibandingkan dengan di negara2 lain. Abe, Senin (25/5) mengucapkan bahwa keberhasilan negara itu menanggulangi virus corona dalam waktu yang cukup pendek memperlihatkan kekuatan “model Jepang. ”

Namun wabah tersebut telah mendorong ekonomi Jepang memasuki resesi dan memaksa ditundanya Pesta Olahraga Olimpiade Musim Panas Tokyo selama satu tahun. Tingkat dukungan terhadap kinerja Abe juga merosot ke tingkat terendah karena ia tampak lambat menyikapi pandemi.

Juga Senin, liga bisbol profesional Jepang mencanangkan bahwa musim pertandingan baru hendak dimulai pada 19 Juni sesudah ditunda selama hampir tiga kamar karena wabah virus corona. Komisioner Atsushi Saito mengatakan tidak mau ada fans yang diizinkan mengikuti stadion sewaktu liga memulai pertandingan. Inilah liga olahraga profesional luhur pertama di Jepang yang kembali menggelar pertandingan sejak dimulainya pandemi. [uh/ab]