Periode Tanggap Darurat Corona di Sumut Diperpanjang

0
244

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengatakan masa tanggap darurat di wilayahnya akan diperpanjang hingga 7 Juni 2020. Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat corona, kegiatan belajar mengajar di Sumut otomatis masih tetap dilakukan sejak rumah. Edy meminta masyarakat agar terus mematuhi protokol kesehatan.

“Berarti sekolah tetap diliburkan. Kegiatan belajar masih dilakukan sebab rumah, ” kata Edy pada Medan, Rabu (27/5).

Dengan diperpanjangnya kala tanggap darurat corona di Sumut, eks ketua umum PSSI itu juga meminta agar seluruh tengah perbelanjaan seperti mal untuk pasti tutup. Namun, faktanya beberapa kepala di Kota Medan masih hidup pada saat pandemi corona. “Nanti saya telepon walikot Medan (wali kota). Itu wewenangnya Kota Kawasan, ” ujar Edy.

Terkait kebijakan uji coba new biasa yang bakal diterapkan di sejumlah wilayah, Edy mengucapkan, pihaknya masih mengkajinya. Ia mengucapkan, Sumut tidak termasuk dalam kawasan yang akan memasuki era new normal. “Sedang kita pelajari cocok enggak dengan Sumut, ” ucap Edy.

“Itu perlu dikaji, sedang dikaji pemerintah sehingga apa yang harus dilakukan. Pastinya semasa vaksin belum dapat atau ditemukan kita masih persoalan terus sepadan corona. Jelasnya sementara ini corona, ya kita harus ikuti aturan kesehatan tidak ada yang lain, ” imbuhnya.

Sementara itu, jumlah peristiwa positif corona di Sumut langsung mengalami peningkatan setiap harinya. Dalam Rabu (27/5) sore, 332 karakter terdeteksi positif corona lewat gaya polymerase chain reaction (PCR). Sehari sebelumnya, jumlah kasus corona di Sumut mencapai 315, sehingga ada tambahan 17 kasus baru.

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Whiko Irwan menyebut 146 orang mengakar dalam kategori pasien dalam penjagaan (PDP). Jumlah PDP di Sumut mengalami penurunan dari sebelumnya, yaitu 181. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Sumut juga menjalani penurunan dari 443 menjadi 441.

“Untuk yang meninggal dunia saat itu berjumlah 35 orang, naik satu orang dari 34 orang. Tengah itu untuk pasien yang segar naik dari 114 menjadi 116 orang, ” sebut Whiko. [aa/ab]