Mahathir Anggap Pemecatan Dirinya dari Golongan Bersatu Ilegal

0
70

Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, putranya dan tiga anggota parlemen asing dari Partai Pribumi Bersatu, balik menegaskan bahwa pemecatan mereka sejak partai tersebut ilegal dan mencerminkan kediktatoran dan sikap tidak percaya diri ketua partai itu, Muhyiddin Yassin.

Pada konferensi pers di markas Bersatu di Petaling Jaya, Jumat (29/5), ia balik mengklaim bahwa keputusan Muhyiddin, yang saat ini menjabat perdana menteri, untuk menarik keluar partainya dari koalisi Pakatan Harapan tidak memiliki persetujuan partai.

Kala ditanya apakah Muhyiddin harus dipecat sebagai ketua partai, Mahathir mengatakan, “Ya, kami ingin memecatnya, namun untuk memecatnya kami ingin pertemuan sepatutnya dewan pimpinan pusat partai. ”

Mahathir Mohamad dan empat anggota parlemen lainnya dipecat dari Partai Pribumi Berpadu pada Kamis (28/5). Menurut media-media setempat, dalam surat yang ditujukan kepada Mahathir, Sekretaris Eksekutif Berpadu Muhammad Suhaimi Yahya mengatakan, Mahathir dipecat karena melanggar Pasal 10. 2. 2 dan 10. 2. 3 konstitusi partai.

Menurut Suhaimi, Mahathir duduk bergandengan blok oposisi selama sidang dewan perwakilan rakyat pada 18 Mei, dan tidak dengan koalisi Perikatan Nasional dengan dipimpin Ketua Bersatu dan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. Anggota parlemen lainnya yang dipecat adalah Mukhriz Mahathir, Syed Saddiq, Amiruddin Hamzah, dan Maszlee Malik.

Pendukung Mahathir berselisih secara mereka yang mendukung Muhyiddin. Perceraian dalam partai terjadi setelah kesimpulan Muhyiddin untuk bekerja sama dengan Barisan Nasional (BN) dan Kelompok Islam Se-Malaysia (PAS) untuk membentuk pemerintahan yang berkuasa awal tarikh ini.

Sebelumnya kamar ini, Mahathir pernah mengatakan, ia mengundurkan diri sebagai ketua Kelompok Bersatu pada Februari lalu karena menentang keputusan partai untuk melupakan koalisi Pakatan Harapan (PH) dan bergabung dengan BN juga PAS untuk membentuk pemerintahan baru. [ab/uh]