WHO Desak Pakistan Berlakukan ‘Lockdown’ Tetap

0
251

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Pakistan agar meresmikan putaran baru lockdown sementara jumlah peristiwa baru virus corona di kian melonjak dalam beberapa hari belakang.

Dalam surat kepada otoritas kesehatan di Punjab, negara bagian terbesar di Pakistan, agen WHO Palitha Mahipala merekomendasikan lockdown berkala, yakni pemberlakuan berselang-seling setiap perut pekan, dan untuk melipatgandakan kapasitas tes corona menjadi 50 seperseribu tes per hari.

Negara berpenduduk mayoritas Muslim itu melaporkan 113. 702 kasus COVID-19 terkonfirmasi dengan 2. 255 maut, termasuk rekor 105 kematian dalam hari Selasa.

Mahipala mengatakan jumlah kasus terkonfirmasi sudah membubung sejak beberapa provinsi melonggarkan karantina pada awal Mei.

PM Imran Khan sudah menolak memberlakukan karantina wilayah dengan ketat di seantero negara itu seperti yang dilakukan negara-negara lain, dengan alasan hal tersebut hendak berdampak menghancurkan bagi perekonomian, terutama bagi kaum miskin.

Di negara tetangga, Manish Sisodia, deputi menteri pati New Delhi, mengatakan, kota itu mungkin akan mencatat hingga 550 ribu kasus Covid-19 pada simpulan Juli. Ibu kota India itu kini mencatat sedikitnya 29 ribu kasus terkonfirmasi, dan Sisodia mengutarakan kepada para wartawan hari Selasa bahwa akan perlu ekstra 80 ribu tempat tidur di panti sakit jika kecenderungan pertambahan kasusnya bertahan seperti sekarang.

India mencatat kasus terbanyak kelima di dunia, dengan lebih sejak 276. 580 kasus terkonfirmasi, termasuk rekor penambahan 10 ribu urusan pada hari Selasa, dengan 7. 745 kematian.

Dalam AS, lebih dari 12 negeri bagian telah mencatat angka kasus tertinggi Covid-19 pekan ini, secara banyak di antaranya yang terkonsentrasi di negara-negara bagian di barat dan barat daya Amerika, yakni Arizona, New Mexico, Texas & Utah. Peningkatan terjadi di tengah-tengah pelonggaran restriksi terkait virus corona dalam beberapa pekan belakangan, termasuk liburan Memorial Day yang mencatat dimulainya libur musim panas.

Sementara tersebut, Departemen Luar Negeri AS menyatakan akan memulai kembali operasi pada konsulatnya di Wuhan, kota dalam China Tengah di mana virus itu pertama kali dideteksi di akhir Desember lalu.

Departemen Luar Negeri AS menjadikan staf konsulat dan keluarga mereka pada akhir Januari setelah negeri China menetapkan kota itu dikarantina untuk membendung penyebaran virus. [uh/ab]