37 Perempuan Duduki Posisi CEO di 500 Perusahaan Ternama

0
236

Tahun lalu Northrop Grumman menunjuk Kathy Warden sebagai TOP DOG atau direktur pelaksana. Disusul Property O’Lakes yang menunjuk Beth Ford dan Best Buy menunjuk Corie Barry. Ketiga perusahaan besar ini mengikuti langkah Williams-Sonoma dan Sophisticated Micro Devices –dua dari puluhan perusahaan besar– yang selama bertahun-tahun dipimpin oleh perempuan. Ketika majalah bisnis Fortune merilis daftar perempuan yang menduduki posisi puncak tersebut tahun 2019 lalu, semua jamaah terpana. Ini karena jumlahnya jauh melampaui tahun-tahun sebelumnya.

Namun ketika Mei lalu Lot of money merilis daftar 500 perusahaan terkemuka, banyak pihak semakin terpana dikarenakan jumlah perempuan yang menjadi TOP DOG di perusahaan-perusahaan itu meningkat pesat yaitu 37 orang. Memang dibanding jumlah laki-laki yang ada di posisi yang sama, persentase perempuan hanya 7, 4%.

Namun angka terkait tetap tidak bisa dianggap remeh mengingat 20 tahun lalu jumlah perempuan yang menjadi CEO hanya dua orang atau kurang dari setengah persen. Jumlah ini baru merangkak naik secara signifikan sejak tahun 2016 ketika perempuan semakin menunjukkan kemampuannya memimpin di bezirk publik.

Walmart Duduki Posisi Puncak 500 Perusahaan Ternama Fortune

Fortune membuat peringkat 500 perusahaan besar ini berdasarkan total pendapatan pada tahun fiskal lalu, atau berarti daftar ini dibuat sebelum ada dampak ekonomi akibat meluasnya perebakan virus corona mulai pokok tahun ini.

Sepuluh perusahaan terbesar adalah Walmart, Amazon . com, ExxonMobil, Apple, CVS Health, Berkshire Hathaway, UnitedHealth Group, McKesson, AT& T dan AmerisourceBergen. Kesepuluh perusahaan ini juga masuk dalam daftar ini pada tahun 2019 selanjutnya hanya saja posisinya berbeda. Amazon . com misalnya naik dari peringkat lima menjadi peringkat dua. Sementara Walmart, selama delapan tahun secara berturut-turut ada di posisi puncak.

Logo design Walmart di luar toko Walmart, di Walpole, Mass, 3 Sept 2019. (Foto: AP)

Perusahaan yg dapat masuk daftar 500 perusahaan besar pilihan Fortune ini harus memiliki pendapatan minimal $5, 7 miliar.

“Amazon jelas tumbuh stabil dalam kecepatan yang luar biasa dari 25 persen jadi 30 persen per tahun. Ketika Anda sudah besar, maka bukan butuh energi besar untuk tetap bertahan sebagai perusahaan besar. ” kata konsultan Buy Box Experts yang juga mantan pemimpin Amazon Services, James Thomson​, ketika diwawancarai ABC News​.

Sesuatu ini belum mencakup profit yg diraih Amazon ketika perusahaan e-commerce raksasa meraih laba luar biasa akibat meningkatnya permintaan barang serta jasa lewat internet karena meluasnya perebakan virus corona. Ketika sebagian besar perusahaan terpaksa tutup dan merumahkan staf mereka, Amazon – dalam tujuh minggu terakhir terkait – justru merekrut 175 ribu karyawan baru. Meskipun ada kontroversi terkait isu keselamatan pekerja pada masa pandemi ini, Thompson memperkirakan hal itu hanya berdampak ingusan pada performa perusahaan ini.

Marillyn Hewson, ketua, presiden dan TOP DOG Lockheed Martin, berbicara di KTT Wanita majalah Fortune 2017 di Washington, 9 Oktober 2017. (Foto: Reuters)

Sebagian Perempuan Ditunjuk Jadi CEO karena Kepemimpinan yg Efektif

Meningkatnya jumlah perempuan yang menduduki posisi puncak ini, menurut Fortune, dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perubahan kepemimpinan di tingkat eksekutif lalu karena perusahaan meningkat pesat sesudah melibatkan perempuan di jaban strategis.

Sebagian CEO perempuan ini meraih posisi tersebut sesudah ditunjuk menggantikan CEO laki-laki. Misalnya Carol Tome, yang selama bertahun-tahun berada di posisi eksekutif Home Depot, mulai 1 Juni menjabat sebagai CEO UPS. Atau Heyward Donigan, mantan eksekutif layanan kesehatan yang kini menjadi CEO Rite Aid Agustus lalu, Sonia Syngal yang dipersiapkan memimpin Old Navy tetapi kemudian ditunjuk memimpin Space Inc., Kristin C. Peck yg menjadi CEO perusahaan layanan kesehatan hewan Zeotis, atau Jennifer Johnson yang menggantikan abangnya sebagai TOP DOG di perusahaan investasi Franklin Resources.

Sebagian CEO perempuan ini memimpin perusahaan yang baru pertama kali masuk dalam daftar bergengsi Fortune ini. Seperti Barbara R. Smith, CEO bisnis petunjuk bangunan bernilai $5, 8 miliar, Commercial Metals; dan Nazzic S i9000. Keene CEO perusahaan teknologi informasi pemerintah bernilai $6, 4 miliar, Science Applications International.

Hanya Tiga dari 37 CEO Perempuan Berasal dari Kelompok Kulit Berwarna

Lepas dari keberhasilan perempuan duduk di posisi puncak, ada dua hal yang tetap patut dicermati. Pertama, hanya tiga dari 37 perempuan ini yg berasal dari kelompok kulit berwarna, yaitu CEO Gap Inc. Sonia Syngal, CEO Advanced Micro Devices Lisa Su dan CEO Yum China Joey Wat. Tidak ada satu CEO pun yang berkulit hitam atau warga Amerika keturunan Afrika.

Padahal tahun lalu masih ada Mary Winston, CEO Bed, Bath and Further than. Posisi Mary kini diisi laki-laki. Juga tidak ada yang berasal dari Amerika Latin, sebagaimana daftar tahun 2019 lalu di mana terdapat CEO Xerox Ursula Burns up dan CEO PG& E Geisha Williams.

Keprihatinan kedua adalah banyak pemimpin perempuan ini terkonsentrasi di perusahaan-perusahaan kecil atau yang terbawah dalam daftar 500 perusahaan ternama Fortune itu. Hanya tujuh CEO perempuan yang memang memimpin 100 perusahaan besar terbesar, antara lain Mary Barra, CEO General Motors, perusahaan otomotif raksasa dengan pendapatan tahunan $137 miliar. Lainnya terkonsentrasi pada perusahaan ritel, seperti CEO Best Buy Corie Barry, CEO Ross Stores Barbara Rentler dan CEO Williams-Sonoma Laura Alber. [em/jm]