AS dan Rusia Catat Kemajuan pada Pembicaraan Senjata Nuklir

0
56

Beberapa perunding AS dan Rusia, Selasa (23/6) memberi sinyal adanya kemajuan dalam perjanjian pengurangan senjata nuklir yang akan berakhir Februari 2021. Akan tetapi ada rintangan yang cukup besar – tercatat penolakan China dilibatkan dalam rapat tersebut.

Isu dalam Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis tarikh 2010 atau START (Strategic Arms Reduction Treaty) terkait upaya untuk membatasi jumlah hulu ledak nuklir yang sudah terpasang, yang dimiliki AS dan Rusia, dua kekuatan nuklir terbesar di dunia.

Perunding AS Marshall Billingslea mengatakan diskusi kelompok kerja itu mungkin berlangsung hingga akhir Juli atau awal Agustus 2020, buat membuka jalan bagi kemungkinan babak kedua perundingan di Wina.

“Pembicaraan dengan Russia betul produktif dan ditemukan landasan beriringan yang cukup kuat untuk menjamin pembentukan beberapa kelompok kerja teknis, untuk merinci apa yang dikehendaki dalam perjanjian kontrol senjata trilateral di masa depan, ” ujarnya.

Tetapi, ada beberapa poin penting yang masih mengganjal. Amerika menginginkan kemufakatan baru untuk membatasi program nuklir China – termasuk semua senjata nuklir, bukan hanya senjata strategis.

China, yang hanya punya sedikit senjata nuklir dibanding Amerika dan Russia, berulang kali menolak ikut dalam pembicaraan. Memperlawankan antara Washington dan Beijing minggu ini tampak dalam bentrokan posting di Twitter dan komentar formal oleh kedua belah pihak.

Rusia menyatakan kekuatan nuklir lainnya, termasuk Perancis dan Inggris, sebaiknya ikut secara sukarela pada perundingan mendatang.

Perwakilan Rusia, yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov juga mencatat kemajuan di Wina, akan tetapi mengatakan masih ada “perbedaan besar” yang belum terselesaikan.

Pertemuan di ibukota Austria itu baru pertama kali diadakan jarang Amerika dan Russia mengenai senjata nuklir, setelah tertunda lebih sejak satu tahun.

Pemimpin Donald Trump menarik diri sebab sejumlah perjanjian dengan Rusia, termasuk tentang hak mengadakan penerbangan diatas kawasan masing-masing atau overflight, serta tentang senjata nuklir jarak membuang.

Perjanjian START dengan baru dapat diperpanjang lima tarikh lagi, jika kedua pihak putus. Para ahli menyatakan ini dapat membuka jalan untuk mencapai suara yang lebih luas dan teliti. Tanpa perjanjian itu, Amerika & Rusia tidak akan punya makna yang pasti tentang senjata nuklir yang boleh dimiliki. [mg/ii]