Dokter Hamil 7 Bulan Rawat Pasien Covid di ICU

0
187

Bagi kebanyakan orang, membawa budak untuk bekerja di rumah sakit adalah pilihan yang buruk khususnya selama pandemi COVID-19. Tetapi penuh ibu hamil di bidang medis tidak punya pilihan lain kala mereka harus tetap bekerja. Dalam Los Angeles California, ada seorang dokter yang sedang hamil tujuh bulan dan tetap merawat penderita COVID-19.

Di saat para orang tua tetap status di rumah dengan anak-anak itu selama pandemi virus corona, Dr. Zafia Anklesaria justru membawa anaknya yang masih dalam kandungan yang berusia tujuh bulan ke jawatan, untuk menjalankan tugasnya sebagai sinse yang memimpin unit perawatan serius, atau ICU, di Los Angeles.

“Putra saya tersebut sangat baik, dia tidak sudah menyusahkan saya. Dia hanya rebah saja. Namun pernah, ketika hamba harus melakukan intubasi, tiba-tiba beta merasakan tendangan yang cukup garang dari dalam perut saya, ” ujarnya.

Anklesaria mengatakan bahwa dengan pandemi yang terjadi di Amerika, ia merasa terpanggil untuk mengemban tugasnya bersama rekan-rekan seprofesi. Dia menyadari akan risiko bagi bayinya, buat itu dia memakai alat penjaga diri, atau APD, agar mereka tetap sehat. Kekhawatirannya sekarang ialah apa yang akan terjadi setelah kelahiran.

“Saya khawatir ketika anak saya lahir belakang, di kemudian hari dia mau sulit mengembangkan hubungan dekat dengan keluarga dan teman-teman, karena kita harus menjaga jarak dari seluruh orang. ”

Semasa melewati hari-hari yang panjang pada rumah sakit dan dikelilingi oleh pasien dengan masalah kesehatan dengan serius, Anklesaria mengatakankan dekompresi ialah bagian utama dari rutinitasnya.

“Kami tidak punya banyak waktu untuk memikirkan perasaan pada sekitar sini. Kami berbicara secara keluarga di telepon tentang karakter yang mereka cintai yang pada keadaan sekarat, dan itu betul sulit. Kalau saya sedang tidak hamil, saya akan minum anggur yang banyak, tetapi saat tersebut saya tidak bisa melakukannya. ”

Anklesaria mengatakan dia dan suaminya belum mendapat tanda yang tepat untuk bayinya, baik teman-temannya sudah sering bertanya, dengan pasti dia tidak akan memberi nama Corona, Coronalita, atau COVID. [ds/lt]