Hawa Kenya Laporkan Lebih Banyak Pelecehan Selama Covid-19

0
190

Jam malam dan pemisahan pergerakan karena virus corona pada Kenya telah menyebabkan meningkatnya kekerasan terhadap perempuan, kata para petugas kesehatan. Kelompok LVCT Kenya, yang mengurus isu-isu pencegahan HIV serta kesehatan reproduksi, mengatakan masalah ekonomi membebani keluargayang seringkali berujung pada laki-laki menganiaya isteri mereka.

Lucy Awour, yang berumur 32 tahun, meminta pertolongan pada sebuah pusat pemerintah Kenya yang membantu perempuan dan anak perempuan yang lari dari laki-laki dengan melakukan kekerasan dalam rumah nikah (KDRT).

“Hidup aku sangat berat, tidak ada ketenteraman di rumah. Terkadang saya tak punya makanan untuk anak-anak. Suami saya sering memukuli saya pusat malam. Saya tidak pernah mampu tidur tenang, ” kata Lucy Awour.

Juru bicara kepolisian Kenya Charles Owino mengatakan selama pandemi Covid-19, mereka menerima lebih banyak informasi kekerasan berbasis gender.

“Seringkali, gender yang lebih lesu adalah perempuan dan seringkali itu jadi korban. Karena itu, awak menerima semakin banyak kasus dimana perempuan diserang, dilecehkan…, ” introduksi Charles Owino.

Biar belum ada angka resminya, para petugas kesehatan Kenya mengatakan itu melihat lonjakan kasus KDRT sejak jam malam diberlakukan bulan Maret guna menekan perebakan Covid-19.

Jane Thiomi adalah pelaku LVCT Health, organisasi amal dengan membantu perempuan dan anak rani. Dia mengatakan bulan Februari, organisasinya menerima 123 pengaduan. Sedangkan dalam enam minggu pertama sejak tanda malam diberlakukan, telah mendapat dekat 800 laporan.

Perempuan sedang menggendong bayi di daerah Kiambu, Wanita, 8 Agustus 2017. (Foto: Reuters)

“Dengan bantuan para pejabat negeri, kami melihat banyak orang mengadukan kekerasan setiap hari di wadah ini. Dan yang kami lakukan adalah, kami berunding dengan kedua belah pihak, apabila mereka mengizinkan duduk bersama, dan berbicara, berembuk. Karena, apabila seseorang menderita KDRT hari ini, mereka tidak bisa minta bantuan kemana-mana, ” introduksi Jane Thiomi.

Bagian berwenang dan badan-badan bantuan Perempuan mengatakan stres karena kehilangan penerimaan akibat virus corona, telah membuahkan memburuknya KDRT.

Awour berharap Kenya akan membuka kunjungan domestik segera supaya dia bisa menyelamatkan diri dari suaminya dan menumpang di tempat saudaranya. [vm/ii]