China Bebaskan Pakar yang Kritisi Presiden Xi

0
62

Seorang spesialis hukum Beijing yang menjadi pencerca keras Presiden China Xi Jinping dan Partai Komunis China sudah dibebaskan hari Minggu (12/7) sesudah ditahan selama enam hari, begitu penuturan temannya.

Xu Zhangrun, seorang pakar hukum konstitusi di Universitas Tsinghua, kembali ke rumahnya Minggu pagi tetapi lestari berada dalam pengawasan dan belum dapat bicara secara terbuka mengenai apa yang terjadi, ujar lupa seorang sahabatnya yang menolak diidentifikasi kepada kantor berita Reuters.

Usaha menghubungi telepon pada departemen media di Kepolisian Beijing dan Universitas Tsinghua untuk mengkonfirmasi kabar ini tidak dijawab.

Xu, dengan berusia 57 tahun, menjadi terkenal pada Juli 2018 karena mengecam pencabutan aturan pembatasan dua kali masa jabatan bagi pemimpin China, yang membuat Xi dapat tetap berkuasa setelah masa jabatan keduanya saat ini berakhir.

Menurut pesan teks yang tersebar diantara sahabat-sahabat Xi dan dilihat oleh Reuters, ia ditangkap dalam rumahnya di pinggiran Beijing Senin pagi (6/7) oleh lebih sebab 20 polisi, yang menggeledah rumah dan menyita komputernya.

Menurut teman-teman Xu, polisi mengucapkan kepada istrinya bahwa Xu ditangkap karena diduga berusaha menghubungi seorang pelacur ketika melakukan perjalanan ke Chengdu. Sedikitnya dua teman Xu membantah dugaan itu sebagai pencemaran nama baik

Sejak artikel tahun 2018 itu, Xu telah menulis sejumlah kritik lain terhadap Partai Komunis China. Di dalam puncak wabah virus corona Februari lalu, ia menulis sebuah artikel yang menyerukan kebebasan berpendapat.

Mei lalu, sebelum wasit parlemen tahunan yang ditunda, Xu menulis artikel yang menuduh Xi berupaya mengembalikan Revolusi Kebudayaan pada negara itu.

Dalam bawah kepemimpin Xi, China sudah memberangus para pembangkang dan memperketat sensor.

Juru cakap Departemen Luar Negeri Amerika Morgan Ortagus Selasa lalu (7/7) mengatakan Amerika sangat prihatin dengan penahanan Xu dan menyerukan Beijing buat membebaskannya. [em/ii]