Swedia Pertahankan Kebijakan Tanpa Masker

0
170

Departemen Kesehatan Swedia, dengan bertanggung jawab atas rekomendasi sanitasi dalam melawan COVID-19, Selasa (14/7) menyatakan tidak akan mendesak awak memakai masker tetapi tetap terbuka jarak dengan orang lain & rajin mencuci tangan. Ini katanya, akan cukup untuk mengekang penyakit tersebut.

Dengan cara yang lain dari biasanya buat menangani wabah, Swedia menjadi lupa satu negara dengan tingkat maut per kapita tertinggi di dunia.

Negara Skandinavia tersebut mengambil pendekatan yang relatif dingin untuk melawan virus corona serta menarik perhatian internasional.

Pertemuan-pertemuan besar dilarang namun sejumlah restoran dan sekolah bagi anak-anak kecil tetap sibak dan beroperasi. Pemerintah memberlakukan celik jarak sosial, dan sebagian tumbuh masyarakat Swedia mematuhinya.

Banyak negara Eropa, termasuk Jerman, Spanyol, Italia, dan Yunani, menggugat pemakaian masker di ruang-ruang tertutup. Perancis dan Inggris minggu ini mengumumkan aturan baru penggunaan masker, namun di Skandinavia hal itu tidak tampak.

Swedia mempertahankan pendekatannya sekaligus menyatakan langkah-langkah itu dapat dipertahankan berbulan-bulan, tak seperti aturan lock-down sepenuhnya dalam beberapa negara lain di mana kasus kembali melonjak di sebesar tempat.

Sejauh ini, tercatat 5. 545 kematian kelanjutan COVID-19 di Swedia tetapi total infeksi yang parah termasuk janji terus berkurang dan angka moralitas yang dianggap berlebihan, masih serupa dengan tahun-tahun sebelumnya. [mg/ii]