Disney di Florida Buka Kembali, Pegawai Indonesia “Was-was” dan “Cemas”

0
148

Di tengah melonjaknya jumlah kasus virus corona di negara bagian Florida, Walt Disney World kembali membuka empat taman hiburannya yang berlokasi pada kota Orlando dan pusat perbelanjaan dan restoran, Disney Springs.

Setelah tutup sejak Maret lalu, pada tanggal 11 Juli lalu Disney mulai membuka dua taman hiburannya, yaitu Magic Kingdom dan Animal Kingdom, yang tepat memicu kecaman dan kontroversi.

Pengunjung memasuki Magic Kingdom di hari pertama pembukaan kembali Walt Disney World, Florida (AP Photo/John Raoux)

Sehari setelah pembukaan kembali, negara bagian Florida mendapati 15. 300 kasus virus corona baru, seperti dilansir surat kabar the New York Times. Ini merupakan total kasus terbanyak dalam satu hari yang ditemukan di sebuah negeri bagian di Amerika Serikat.

Pada saat bersamaan Disney memutuskan untuk membuka dua lagi taman hiburannya, Epcot dan Hollywood Studio.

Warga Indonesia, Alfian Rusli ialah seorang karyawan atau Disney natural menyebutnya, cast member, di rajin hiburan Animal Kingdom di Florida. Ia bertugas sebagai conservation educator, dimana ia mengajarkan tentang konservasi binatang kepada para pengunjung.

“Secara pribadi, nggak hadir akal ya kenapa Disney itu buka kembali, ” ujar Alfian Rusli saat diwawancara melalui Zoom oleh VOA Indonesia. ”

Alfian Rusli, Conservation Educator di Disney’s Animal Kingdom, Florida (dok: Alfian Rusli)

Sebagai karyawan, Alfian mengaku khawatir dengan pembukaan ini, menetapi jumlah kasus virus corona yang terus bertambah di Florida. Belum lagi ia juga harus menenangkan keluarga di Indonesia, yang tetap menanyakan keadaannya.

“Jadi ada was-was juga, ada bingung, ” tambahnya.

Patuh Alfian, Disney memang telah menyiapkan banyak hal baru untuk menyambut kembali para pengunjung di era pandemi ini. Mulai dari berbagai isyarat untuk melakukan pembatasan sosial dengan jarak 6 kaki atau sekitar 2 meter ketika antre buat naik wahana, hingga penyanitasi lengah yang disediakan di berbagai pojok.

Tanda pembatasan sosial antar sesama di taman hiburan Disney World, Florida (dok: Alfian Rusli)

Total pengunjung yang diperbolehkan masuk biar juga dibatasi, sehingga mereka pasti bisa melakukan pembatasan sosial. Hal ini menyebabkan jumlah pengunjung, khususnya di Disney Animal Kingdom melandai drastis. “Hari pertama 11 juli itu kira-kira 3. 000 sampai 4. 000 pengunjung saja, ” cerita Alfian.

“Sebelum ada pandemi ini, untuk Animal Kingdom sendiri itu rata-rata, kita bisa terima 28-32 ribu pengunjung. Kalau lagi summer (musim panas. red), bisa sampai 36 ribu tamu, ” tambahnya.

Suasana taman hiburan Disney’s Animal Kingdom di sedang pandemi (dok: Alfian Rusli)

Lebih jauh Alfian mengatakan, “wahana dengan paling popular di Disney’s Animal Kingdom itu kan Flight of Passage, tentang Avatar world gitu kan. Itu biasanya waiting time- nya itu 2-3 jam. Nah di reopening days, tanggal 11 juli itu cuma 5 menit aja. ”

Karyawan Disney World Florida Yang Dipanggil Bekerja Kembali Dilatih Khusus Soal Corona

Saat ini sungguh Disney World di Florida belum memanggil kembali seluruh karyawannya dengan berjumlah 77 ribu orang. Para karyawan yang telah dipanggil hadir, termasuk Alfian, lalu diberi pelatihan khusus, seperti bagaimana menjaga langkah dengan pengunjung.

Mereka juga diminta untuk lebih kala mencuci tangan, baik dengan bubuk atau pun dengan penyanitasi lengah. Mereka juga dibekali lap disinfektan, masker, kacamata transparan sebagai penjaga, dan juga termometer.

“Jadi sebelum berangkat kerja, kita harus cek dulu temperatur kita. Kalau diatas 100, 4F (setara dengan 38C. red) sebaiknya tidak kerja, ” jelas lulusan S1 jurusan Aktuaria dari STMA Trisakti di Jakarta ini.

Penyanitasi lengah tersedia di berbagai sudut taman hiburan Disney World, Florida (dok: Alfian Rusli)

Para pengunjung pula juga diukur suhu tubuhnya sebelum memasuki setiap taman dan mereka yang berusia diatas 2 tahun wajib mengenakan masker, kecuali saat sedang makan atau berenang.

“Harus. Dan maskernya tersebut yang masker yang spesifik gitu yang dipake di telinga, bandana itu nggak boleh, ” jelasnya.

Para karyawan Disney pun tanpa segan akan menyadarkan pengunjung yang tidak mengikuti aturan Kesehatan, khususnya mengenai penggunaan masker ini. “Yang (seharusnya) kan daripada hidung ya. Ditutup hidungnya sampai dagu. Nah, itu biasanya yang nggak tertib tuh (menggunakan masker) dari mulut doang sampai dagu. Jadi hidungnya kebuka, ” kata Ian.

Pengunjung memasuki Magic Kingdom di hari pertama pembukaan kembali Walt Disney World, Florida (AP Photo/John Raoux)

Untuk saat ini hanya ada beberapa restoran dengan buka di dalam taman. Tetapi, para pengunjung harus membeli dan membayar makanannya melalui aplikasi hp. “Jadi benar-benar cashless (tidak ada transaksi dengan uang. red). Jadi harus bayarnya di mobile apps pula, ” jelasnya.

Tak Ada Lagi Live Show

Salah kepala perbedaan di era pandemi tersebut adalah tidak diadakannya pertunjukan langsung di Disney World. Seperti yang dilaporkan oleh Associated Press, awal kembali taman-taman hiburan Disney World ini telah menimbulkan perselisihan jarang Disney dan para aktor, serta penyanyinya.

Seorang karyawan Disney’s Animal Kingdom berjaga sambil mengenakan kedok (dok: Alfian Rusli)

Melalui serikat kerja, para aktor dan penyanyi yang bekerja untuk Disney World ini mengajukan keluhan, karena ngerasa tidak diperlakukan secara adil, sesudah menuntut adanya penyelenggaraan tes virus corona. Hal ini berkaitan secara pekerjaan mereka sebagai penampil, yang mana tidak memungkinkan bagi mereka untuk mengenakan masker. Awalnya, para aktor dan penyanyi ini telah mendapat panggilan untuk kembali bekerja, namun panggilan tersebut dibatalkan setelah mereka mengajukan keluhan.

Maka artikel ini dirilis, kasus virus corona yang terkonfirmasi di Florida telah mencapai 345. 612 dan lebih dari 4. 900 karakter meninggal dunia akibat virus tersebut.

Taman Disneyland di California Tetap Tutup

Melonjaknya jumlah urusan virus corona di California mendirikan pihak Disney kembali memundurkan rencana pembukaan kembali taman hiburan Disneyland di negara bagian itu. Rajin hiburan ini tutup sejak Maret lalu.

Namun, lengah satu pusat perbelanjaan dan restorannya, yaitu Downtown Disney, sudah dibuka kembali sejak tanggal 9 Juli lalu. “Sebenarnya agak deg-degan juga sih, ” kata warga Indonesia di California, Endah Redjeki era bercerita mengenai kunjungannya ke wadah tersebut sehari setelah dibuka balik.

Endah Redjeki, WNI yang tinggal di Pasadena, California (dok: pribadi)

“Pertama kali masuk, kita di cek temperaturnya. Kemudian kita ditawari, apakah kita punya face mask apa tidak. Kalau nggak, mereka menyediakan facemask yang disposable. Lalu, kita harus pakai hand sanitizer dulu, ” kata perempuan dengan berprofesi sebagai Dance Production Specialist di Santa Monica College, pada Santa Monica, California ini.

Berbagai tanda dan seruan untuk menjaga jarak antar sesama juga terlihat di mana-mana. Namun, meskipun sudah buka, pusat perbelanjaan ini masih sepi pengunjung & beberapa restoran masih tutup. Para musisi dan penampil Disney yang biasa terlihat di berbagai ujung tempat ini juga tidak terang.

“Untuk sementara ditiadakan, ” kata Endah.

Endah sendiri adalah penggemar taman hiburan Disney, yang memiliki annual pass atau tiket tahunan, yang bisa ia pakai setiap keadaan. Disney pun memberikan keringanan pada para pemegang tiket spesial “Karena kemarin (dan) sampai saat itu tutup, akhirnya masa berlakunya annual pass-ku itu dimundurin, ” nyata Endah.

Saking cintanya dengan taman hiburan Disney, Endah mengatakan “pastinya kepingin datang” kalau nanti sudah dibuka kembali. Makin setelah kemarin melihat situasi di Downtown Disney yang dijaga sebab banyak petugas untuk memastikan para pengunjungnya tertib dalam menggunakan kedok dan menjaga jarak.

“Jadi aku merasa cukup amanlah. Aman dan nyaman, ” katanya.

Endah Redjeki (kanan) bersama teman-temannya di Disneyland, California sebelum pandemi (dok: Endah Redjeki)

Tapi, Endah mengatakan akan menghindari dulu pertunjukan yang tergolong seram. “Aku hindari dulu misalnya (menaiki wahana) dengan seram-seram atau apalah yang kita teriak-teriak gitu. Maksudnya kan kita tahu ya virus itu (bisa menular), misalnya ada droplets, ” jelas Endah.

Sebuah taman hibudan di Fujiyoshida, Jepang, baru-baru ini viral, karena meminta pengunjungnya tidak teriak untuk mencegah penularan virus corona saat terangkat wahana, salah satunya roller coaster dengan ketinggian lebih dari 71 meter.

Hingga kini, jumlah kasus virus corona dengan terkonfirmasi di California telah menyentuh 400 ribu kasus dan bertambah dari 7. 700 orang wafat dunia. (di/em)