Walaupun Pandemi, Muslim AS Tak Kesulitan Dapatkan Hewan Kurban

0
23

Umat Islam akan merayakan Idul Adha ataupun hari raya kurban pada 31 Juli 2020. Seperti juga Muslim lainnya, Eiad Sayyad berencana memotong hewan kurban.

“Kami ingin berbagi daging kurban dengan orang lain yang membutuhkannya. Berkurban, tidak wajib hukumnya. Akan tetapi jika mampu, setiap keluarga, setiap Muslim harus berkurban. ”

Sayyad sempat khawatir akan kesulitan hewan kurban, mengingat Amerika saat ini dirundung pandemi COVID-19. Namun, profesional dalam bidang Fakta dan Teknologi, yang tinggal di negara bagian Maryland, itu senang karena banyak peternak menawarkan hewan kurban. Ia memilih domba, dengan dijual dengan harga $300 had $400 per ekor.

Hewan-hewan persembahan di peternakan Abdus-Sabur (foto: courtesy).

Hewan kurban, mudah didapat pada Amerika. Selain domba, ada mempertanggungkan, sapi, biri-biri, bahkan unta.

Abdus-Sabur menyediakan hewan persembahan di peternakannya, Homestead, di Virginia. “Domba dan biri-biri kami tawarkan untuk hewan kurban. Ke depannya, kami berencana menyediakan kambing & kemungkinan sapi. ”

Bersama istrinya, Qadir Abdus-Sabur sudah 40 tahun berladang dan berternak. Dalam tiga tahun ini, dia mengembangbiakkan biri-biri dan menyediakan wadah untuk menyembelih dan memotong hewan kurban.

Beverly and Qadir Abdus-Sabur pemilik peternakan hewan (foto: courtesy).

Penyembelihan kurban, kata Abdus-Sabur, dimulai dengan pemesanan melalui telepon. Lalu, pembeli datang ke peternakan untuk memilih hewan kurban, membayar uang muka atau membayar penuh. Di dalam hari Iduladha, pembeli datang sedang untuk menyembelih kurban. Setelah dibersihkan, daging kurban akan dipotong-potong & dibungkus untuk dibawa pulang. Pembeli tinggal mendistribusikan kepada yang membutuhkan.

Eiad Sayyad menjagal sendiri hewan kurbannya di pendapatan milik keluarga. Sepertiga daging kurban itu ia nikmati bersama keluarga. Sisanya disedekahkan kepada yang tak mampu.

Dua pelanggan dari Ghana menyembelih dan memotong hewan kurban sesuai tradisi mereka (foto: courtesy).

Ayah dari lima anak itu menjelaskan, dalam memilih kurban, dia memperhatikan umur dan kondisi hewan itu. “Jadi, empat bulan untuk seekor domba, setidaknya berusia enam bulan untuk seekor biri-biri. Leler kambing harus minimal satu tarikh. Usia sapi harus sedikitnya dua tahun, dan usia unta harus setidaknya lima tahun. ”

Pakan yang alami menjelma perhatian Abdus-Sabur dalam menyiapkan hewan kurban. Tidak boleh ada asosiasi zat kimia, steroid, dan bahan aditif.

Promosi usaha hewan kurban hanya mengandalkan informasi dari pembeli dan iklan di dalam brosur, surat kabar lokal, website dan sosial media. Seiring bertambahnya jumlah Muslim, penjualan hewan kurban semakin meningkat.

Abdus Sabur mengajarkan bagaimana memotong hewan kurban cocok ajaran Islam (foto: courtesy).

Abdus-Sabur mengungkapkan, “Setiap tahun kami mengamati peningkatan besar dalam jumlah hewan yang dipesan. Penjualan tahun itu dua kali lipat dari tarikh lalu dan tahun lalu perut kali lipat dari tahun sebelumnya. ”

Organisasi Muslim Indonesia di Washington, DC, IMAAM, tahun ini mengajak jemaah memotong kurban di Amerika. Presiden IMAAM Arif Mustofa menyampaikan alasannya, “Karena untuk edukasi kita semua & untuk membantu rekan-rekan kita, saudara-saudara kita, yang sedang membutuhkan saat ini. ”

Secara tetap berhati-hati semasa pandemi, Muslim bersiap merayakan Iduladha. Sayyad terlanjur kerja beberapa hari supaya mampu salat, menyembelih hewan kurban serta menikmati daging kurban bersama suku dan kerabat. [mg/ka]