Penyelidik: Tentara Bayaran Rusia di Libya Tinggalkan Ranjau Berbahaya

0
114

Pengamat internasional menyampaikan peringatan tentang aliansi antara tentara bayaran Rusia dan milisi Libya, yang mereka katakan membahayakan warga sipil serta berisiko mengintensifkan perang saudara pada Libya.

Dalam beberapa minggu terakhir, pasukan yang setia kepada Jenderal Libya Khalifa Haftar telah mundur dari lingkungan pada sekitar Tripoli. Sepeninggal mereka, kelompok-kelompok hak asasi manusia dan militer AS mengatakan mereka meninggalkan ranjau darat buatan Rusia – penuh di antaranya di tanam di lingkungan perumahan.

Komando Pasukan Amerika di Afrika ataupun AFRICOM, dan analis independen menuduh tentara bayaran dari Grup Wagner, sebuah perusahaan Rusia, berada dalam belakang ranjau-ranjau itu. Akhir bulan lalu, AFRICOM dalam sebuah cuitan mengatakan Rusia dan kelompok Wagner terus terlibat dalam operasi tanah dan udara di Libya serta Rusia terus memainkan peran yang tidak membantu di Libya secara mengirimkan pasokan & peralatan pada Grup Wagner.

“Mereka terlibat dalam sama dengan jebakan di lingkungan sipil, membentuk sistem pertahanan di tengah pendapatan minyak dan terminal minyak serta benar-benar semacam mempersiapkan perluasan pertikaian dan mereka didukung secara tentara oleh Rusia, ” kata Tarek Megerisi, seorang penelitu kebijakan sebab program Afrika Utara dan Timur Tengah di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri.

Megerisi mengatakan Rusia tidak menyelenggarakan banyak upaya untuk menutupi kesibukan mereka. “Kami melihat pesawat Rusia secara berkala melakukan perjalanan dari Rusia ke Suriah dan lalu dari Suriah ke Libya dalam mana mereka membawa senjata & juga diduga membawa tentara gaji Suriah untuk bergabung dengan kelompok-kelompok Rusia, ” katanya kepada VOA melalui Skype. [my/lt]