Kamala Harris Dorong Dukungan & Pemberian Bagi Tim Kampanye Biden

0
95

Dua hari setelah dinyatakan sebagai calon wakil presiden dengan akan mendampingi Joe Biden dalam pemilu presiden November nanti, Kamala Harris telah mendorong dukungan dan sumbangan pada tim kampanyenya. Gelora atas pencalonannya yang bersejarah sudah menghasilkan sumbangan sebesar 48 juta dolar dalam 48 jam final ini.

Kurang sejak tiga bulan sebelum pemilihan pemimpin, Harris dengan cepat menjalankan posisi barunya sebagai pendamping Biden. Tim Partai Demokrat dan sekutu-sekutu Harris yakin ia akan memberi energi pada kampanye yang relatif sepi dan seringkali lebih fokus di gejolak di Gedung Putih.

Kini Harris telah mendorong semangat untuk mengalahkan Trump dan membuat Biden dapat lebih memusatkan perhatian pada kebijakannya sendiri serta mengurangi serangan langsung yang kerap dilakukannya.

“Kami selalu mencari sosok dengan dapat membantu tim kampanye serta berbicara pada pemilih yang masih ragu, untuk mengatakan ‘iya hamba akan mendukung Joe Biden, ” ujar Donna Brazile, mantan ketua Komite Nasional Partai Demokrat DNC, yang sebelumnya juga menjadi awak kampanye Al Gore tahun 2000. “Harris mengisi kesenjangan yang tersedia, ” tambahnya pada Associated Press.

Harris selama gerakan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat dikenal kerap mengenakan sepatu kets Converse dan berjoget bersama para pekerja dan pendukung, hal yang tak pernah direncanakan sebelumnya. Sekutu-sekutu Biden berharap ia dapat menyuarakan spirit diantara pendukung Partai Demokrat dengan menentang Trump, tetapi belum dinamis untuk mendukung kandidat yang mereka rasa tidak mewakili mereka.

“Kemampuan Harris berhubungan dengan orang-orang” merupakan bagian dari barang apa yang dilihat anggota DPR dari negara bagian California, Barbara Lee, yang juga menjadi salah seorang ketua tim kampanye Harris. Lee yakin Harris akan mampu menyampaikan pesan kampanye pada pemilih dengan mungkin sebelumnya merasa tersisihkan. “Ia suka menari. Ia suka masak. Ia adalah orang yang melaksanakan hal-hal yang normal, yang rajin dilakukan setiap orang. Mereka bisa melihat Harris sebagai wakil itu, ” ujarnya.

Meskipun demikian Harris, seorang perempuan kulit hitam pertama yang dipilih buat mengikuti pertarungan di tingkat nasional, juga kerap menghadapi kecaman sejak para pemilih muda dan kelompok progresif, terutama terkait rekam jejaknya ketika menjadi jaksa agung di California di mana ia tidak menunjukkan sikap tegas terhadap sifat polisi yang tidak semestinya. Para pengecam mengatakan ketika itu ia menentang langkah-langkah reformasi hukum kejahatan yang penting, termasuk pemakaian tustel di tubuh polisi atau body-camera, dan tidak menangani sejumlah terkaan kekerasan polisi yang berada pada bawah pengawasannya.

Tetapi ketika berada di Kongres, Harris mendukung reformasi aparat penegak norma yang lebih tegas, khususnya pada beberapa bulan terakhir ini kala meluas aksi demonstrasi dan kegaduhan akibat tewasnya warga kulit hitam George Floyd dalam tahanan penjaga. Harris telah menjadi suara pati Partai Demokrat dalam isu ini. [em/pp]