Polisi Bubarkan Protes yang Diwarnai Pertikaian di Georgia

0
93

Setelah demonstrasi beberapa jam yang pada umumnya damai, Sabtu (15/8), di pinggiran Atlanta, negara bagian Georgia, sejumlah besar polisi bergerak untuk membubarkan massa ketika bentrokan terjadi.

Puluhan demonstran sayap kanan, sebagian mengibarkan bendera Konfederasi dan banyak mengenakan seragam militer, berkumpul di pusat kota Stone Mountain. Di tempat itu, mereka dihadang oleh ratusan demonstran tandingan, banyak diantaranya memakai kaus atau membawa poster mendukung gerakan Black Lives Matter.

Orang-orang di kedua kelompok itu membawa senapan.

Selama beberapa jam, tak terlihat adanya kehadiran polisi dan kegiatan pada umumnya berlangsung damai, meski ada sedikit dorong mendorong dan argumen yang sengit.

Namun, menjelang pukul 13.00, terjadi bentrokan. Orang-orang saling pukul, tendang dan melempari batu. Ketika itulah polisi anti huru hara bergerak masuk untuk membubarkan massa.

Pada pukul 14.00, hampir semua pengunjuk rasa meninggalkan tempat itu.

Kelompok-kelompok sayap kanan yang dipimpin oleh sebuah grup Arkansas bernama Confederate States III%, telah mengajukan izin untuk mengadakan unjuk rasa di Stone Mountain Park, di mana terdapat monumen batu raksasa dengan ukiran para pemimpin Konfederasi. Aksi itu direncanakan sebagai balasan atas unjuk rasa di taman itu oleh sebuah kelompok milisi berkulit Hitam pada 4 Juli.

Namun, kata juru bicara John Bankhead, Asosiasi Monumen Stone Mountain menolak izin aksi 4 Agustus itu, menyebut adanya bentrokan kekerasan antar kelompok pada April 2016. Taman itu ditutup untuk umum pada Sabtu dan akan dibuka kembali Minggu (16/8). [vm/ft]