Kunjungi Eropa Timur, Pompeo Ingatkan perkara Ancaman Partai Komunis China

0
93

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memperingatkan para pemimpin di Republik Ceko, Slovenia, serta Austria bahwa Partai Komunis China mengancam keamanan yang lebih besar daripada bekas Uni Soviet.

Dalam kunjungannya ke Eropa Timur, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo berupaya memperkuat hubungan bilateral dalam berbagai masalah. Pompeo mengakui adanya kerusuhan setelah pemilihan umum yang diperebutkan di Belarusia beserta embargo senjata terhadap Iran.

Akan tetapi ancaman dengan ditimbulkan oleh Partai Komunis China beserta infrastruktur telekomunikasinya menjadi isi pembicaraan dalam setiap kunjungan itu.

“Menurut saya, seluruh dunia dengan jelas kini melihat Partai Komunis China menggunakan infrastruktur telekomunikasi miliknya yang tidak dapat dilakukan pihak mana pun. Itu gunakan itu sebagai alat yang sangat terkait dengan isu keamanan nasional, komunitas intelijen, dan gerombolan militer, ” kata Pompeo.

China menepis peringatan Pompeo tersebut dengan membuktikan bahwa ke mana pun Menlu AS itu pergi, selalu menyebarkan “virus politik” dan informasi dengan keliru.

Akan namun peringatan terkait Huawei dan kejadian lainnya telah membuahkan hasil kala Pompeo menandatangani deklarasi bersama dengan Menteri Luar Negeri Slovenia Anze Logar yang mengecualikan sejumlah vendor yang tidak dapat dipercaya daripada jaringan 5G tersebut.

Salah seorang pakar kepada VOA memaparkan bahwa fokus Pompeo kepada China itu memberi dampak. Daniel Kochis dari Heritage Foundation menjelaskan, “Kepemimpinan pemerintah AS khususnya pada masalah ini benar-benar telah positif membalikkan arus. Menurut saya semakin menjamur negara yang akan sejalan secara isu keterlibatan China dalam generasi telekomunikasi berikutnya. ”

Kepada VOA, Daniel Kochis mengemukakan Rusia masih menjadi ancaman langsung bagi Eropa Tengah dan Timur daripada China. Pakar lain mengabulkan bahwa negara-negara Eropa Timur menghadapi masalah penting yang lebih mendesak daripada ancaman dari China, & sekaligus mendesak informasi yang lebih berimbang.

Heather A. Conley dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyampaikan, “Jadi pada saat yang sama, China merupakan elemen penting sebab kebijakan luar negeri AS, tak bisa menjadi satu-satunya fokus menggubris. Kita harus memiliki pendekatan dengan lebih gesit dan beragam kepada negara-negara tersebut. ”

Pompeo juga berkonsultasi dengan sebesar pemimpin di setiap negara dengan dikunjungi mengenai peristiwa dramatis pada Belarusia. “Seperti yang saya bahas di Republik Ceko, kami ingin rakyat Belarus punya kebebasan dengan mereka tuntut dan butuhkan. Ana saksikan banyak demo dan mendesak mereka yang mengunjuk rasa secara damai untuk dilindungi dan tidak dirugikan. ”

Tengah itu Menteri Luar Negeri Austria Alexander Schallenberg kepada wartawan menyatakan AS dan Uni Eropa membenarkan bahwa pemilu itu tidak berlaku dengan bebas dan adil. Alexander juga menginginkan Uni Eropa menyerukan dengan tegas kepada pemimpin Belarusia Alexander Lukashenko agar segera menyudahi kekerasan dan penahanan yang sewenang-wenang serta pembebasan sejumlah tahanan yang tersisa. [mg/ii]