Studi tentang Risiko Penularan Virus pada Pesawat ‘Meyakinkan’

0
89

Penggunaan masker untuk mencegah penyebaran virus corona belum umum dilakukan di Maret, ketika sekelompok wisatawan Jerman melakukan penerbangan panjang dalam penjelajahan pulang dari Israel. Namun para-para peneliti terkejut mendapati bahwa cuma dua penumpang di luar grup wisatawan tersebut yang terjangkit.

Dalam sebuah studi kecil yang diterbitkan pada Selasa (18/8) di jurnal kedokteran Amerika, J AMA Network Open , para pakar virus di rumah sakit universitas di Frankfurt, Jerman dengan cermat menghubungi semua pengikut penerbangan – yang pada zaman itu tidak ada yang menggunakan masker saat itu – buat memeriksa risiko sebenarnya yang dikarenakan oleh hadirnya pelancong yang terkena Covid-19.

Pada 9 Maret, 102 penumpang berangkat sejak Tel Aviv ke Frankfurt di dalam penerbangan selama empat jam 40 menit, termasuk sebuah grup dengan 24 wisatawan.

Dominasi Jerman diberitahu bahwa grup itu telah melakukan kontak dengan direktur hotel yang terjangkit virus pada Israel, dan memutuskan untuk menguji 24 wisatawan itu setibanya dalam Frankfurt.

Tujuh sejak mereka dinyatakan positif, disusul tujuh lainnya kemudian.

Empat hingga lima minggu kemudian, para peneliti menghubungi 78 penumpang lain dari penerbangan itu. Sebanyak 90 persen merespons. Peneliti menanyai mereka, dengan siapa mereka melakukan kontak dan gejala apa yang itu rasakan, serta menguji beberapa dalam antaranya.

Mereka menemui, dua penumpang kemungkinan besar tertular selama penerbangan: dua orang yang duduk di deretan seberangnya daripada tujuh kasus sebelumnya. [ps/pp]