Ribuan Demonstran Mali Unjuk Rasa Menanggung Junta MiliterÂ

0
83

Beribu-ribu orang memadati ibu kota Mali, Jumat (21/8), dalam unjuk rasa untuk mendukung junta militer yang memaksa pengunduran diri Presiden Ibrahim Keita dan pembubaran pemerintah asal pekan ini.

Demonstran di Bamako sebagian mengibarkan spanduk yang memuji Komite Nasional untuk Penyelamatan Rakyat, nama yang dibuat oleh junta itu sendiri, yang juga mengecam Komunitas Ekonomi Negeri Afrika Barat (ECOWAS) karena mengutuk kudeta dan menutup perbatasan Mali dengan 14 negara tetangga bagian blok di wilayah itu.

Keita dan sedikitnya selusin pejabat lain ditangkap pada hari Selasa (18/8) oleh anggota tentara dan dibawa ke fasilitas pelatihan perwira militer di kota Kati, sekitar 15 kilometer dari pokok kota. Keita, yang mengumumkan pembatalan dirinya malam itu di televisi nasional, dipindahkan kembali ke pokok kota, di mana ia ditempatkan dalam tahanan rumah.

Pemimpin berusia 75 tahun dengan digulingkan itu diizinkan bertemu secara dokter pribadinya, kerabatnya, dan secara pejabat misi PBB di Mali.

PBB, Uni Afrika, Uni Eropa, dan banyak komunitas internasional lainnya mengutuk penggulingan Keita. [ps/pp]