Inggris Kenakan Denda Rp 190 Juta Bagi Pelanggar Protokol Covid-19

0
80

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan mengenakan denda maka mencapai 10 ribu pound (Rp 190, 3 juta) bagi pelanggar protokol baru terkait Covid-19 di negara itu. Peraturan tersebut menggugat mereka untuk mengisolasi diri bila telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi virus corona.

Kantor berita Reuters mengadukan Sabtu (19/9), aturan ini bakal berlaku mulai 28 September untuk siapa pun di Inggris dengan dinyatakan positif terjangkit virus corona, atau mereka yang diberi tahu oleh petugas kesehatan masyarakat kalau mereka telah melakukan kontak secara seseorang yang terinfeksi.

“Orang yang memilih untuk membelakangi aturan akan menghadapi denda dengan signifikan, ” kata Johnson di sebuah pernyataan.

Dam akan mulai dari 1. 000 pound untuk pelanggaran pertama, kemudian naik menjadi 10 ribu pound untuk pelanggar berulang.

Beberapa pekerja berpenghasilan rendah yang menderita kehilangan pendapatan akan menerima pembayaran tunjangan 500 pound, di atas tunjangan asing seperti gaji sakit yang barangkali menjadi hak mereka.

Panduan pemerintah Inggris saat tersebut mengharuskan orang-orang untuk tinggal pada rumah, setidaknya selama 10 hari setelah mereka mulai menderita fakta Covid-19. Selain itu juga menyusun agar orang lain di rumah mereka untuk tidak meninggalkan panti selama 14 hari.

Siapa pun yang dites membangun juga diminta untuk memberikan perincian tentang orang-orang di luar rumah yang pernah mereka hubungi, yang kemudian mungkin juga diminta untuk mengisolasi diri. [ah]