Target Meninggal Akibat Covid-19 di Negeri Lampaui 1 JutaÂ

0
65

Jumlah korban tewas akibat virus corona di seluruh dunia melewati angka satu juta, Minggu (27/9). Virus itu muncul kurang dibanding setahun lalu di China dan meluas ke seluruh dunia.

Pandemi Covid-19 telah merugikan ekonomi global, menyulut ketegangan geopolitik dan mengoyak kehidupan, dari wilayah kumuh India dan hutan dalam Brazil sampai kota terbesar GANDAR, New York.

Perhelatan olahraga, acara hiburan tatap muka, dan perjalanan internasional terhenti sebab para penggemar, penonton, dan turis diperintahkan tinggal di rumah, memasukkan aturan karantina wilayah ketat berjalan mencegah penyebaran virus corona.

Pembatasan sosial yang sendat terhadap lebih dari empat miliar orang yang diberlakukan pada April, awalnya berhasil memperlamban laju penyebaran. Namun, sejak pembatasan dilonggarkan, kasus-kasus bertambah lagi.

Menurut penghitungan kantor berita AFP bersandarkan sumber-sumber resmi, pada Minggu (27/9), penyakit itu telah menewaskan bertambah dari satu juta orang & menginfeksi lebih dari 33 juta.

AS memiliki jumlah kematian tertinggi dengan lebid dibanding 200 ribu kematian, disusul Brazil, India, Meksiko dan Inggris.

Para ilmuwan masih mencari jalan mengembangkan vaksin yang efektif.

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF ) awal tahun ini memperingatkan bahwa krisis ekonomi bisa menerbitkan “krisis yang tak pernah terjadi sebelumnya” sementara Produk Domestik Bruto (PDB) dunia merosot.

Pada pertengahan September terjadi rekor kenaikan kasus di banyak provinsi, dan Organisasi Kesehatan Sedunia ( World Health Organization/WHO ) telah memperingatkan bahwa maut akibat virus bisa berlipat berpasangan hingga dua juta apabila tidak ada aksi kolektif global.

“Satu juta adalah nilai yang menyedihkan dan kita harus memikirkannya sebelum korban mencapai besar juta, ” kata direktur penting WHO, Michael Ryan, pada Jumat (25/9). [vm/pp]