Ketua Putuskan Assange Tak Diekstradisi ke AS Hingga Akhir 2020

0
56

Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, tampaknya akan menghabiskan sisa 2020 ini di dalam sel penjara pada Inggris sebelum mengetahui apakah ia dapat diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuntutan spionase. Ketua memutuskan hal itu dalam suatu persidangan pada Kamis (1/10).

Setelah sidang dengar teori selama hampir empat minggu pada pengadilan Old Bailey, London, ketua distrik Vanessa Baraitser mengatakan ia akan menyampaikan keputusannya soal apakah akan memenuhi permintaan ekstradisi Assange ke Amerika pada 4 Januari 2021, pukul 10. 00 pagi.

Assange sedang berjuang agar tidak diekstradisi ke Amerika.

Tim jaksa Amerika telah mendakwa Assange, yang berusia 49 tahun, atas 17 tuduhan spionase dan satu tuduhan penyalahgunaan komputer terkait publikasi dokumen spion militer Amerika terkait perang di Afghanistan dan Irak, sepuluh tarikh lalu oleh WikiLeaks.

Setelah janji pada Kamis (1/10) itu, tunangan Assange yang juga ibu sebab dua anak mereka, Stella Moris, mengatakan “Julian membutuhkan kebebasannya dan demokrasi membutuhkan kebebasan pers. ”

Para pengunjuk mengalami berkumpul di depan pengadilan Old Bailey di pusat kota London untuk mendukung pendiri WikiLeaks itu.

Tim pembela Assange menilai laki-laki itu berhak mendapat perlindungan berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi karena mempublikasikan dokumen-dokumen rahasia yang murus dan mengungkapkan kesalahan militer Amerika. Mereka juga berpendapat bahwa suruhan ekstradisi itu bermotif politik.

Editor WikiLeaks, Kristinn Hrafnsson, mengucapkan ekstradisi berarti “kegelapan bagi kita semua. ” [em/pp]