dua Tahun Kematian Khashoggi, Tunangan Untuk DokumenterÂ

0
47

Hatice Cengiz, tunangan Jamal Khashoggi, mengatakan film berjudul “The Dissident” dibuat untuk melanjutkan perjuangan untuk menuntut keadilan bagi jurnalis itu.

“Pada peringatan dua tahun (wafatnya Khashoggi) saya berharta disini di Zurich, dalam hajatan film ini, dan pesan ana sangat jelas dan sederhana. Beta pikir pesan dalam film ini adalah kami akan mencari keseimbangan selamanya dan saya akan mencari jalan. Saya akan terus melanjutkannya, ” ujar Cengiz.

Jamal Khashoggi terakhir kala terlihat memasuki konsulat Saudi pada Istanbul pada Oktober 2018 kala dia hendak mengambil dokumen-dokumen buat rencana pernikahannya dengan Cengiz.

Mayat Khashoggi dilaporkan dimutilasi dan dipindah dari gedung konsulat Saudi dan jenazahnya belum ditemukan.

Pembunuhan itu menimbulkan kemarahan global dan mencoreng citra reformis Pangeran Mohammad Bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi & putra Raja Salman.

Hatice Cengiz, tunangan dari jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi yang terbunuh, bergaya bersama sutradara Bryan Fogel pra pemutaran film dokumenter “The Dissident” di Festival Film Zurich ke-16 (ZFF) di Zurich, Swiss, Jumat, 2 Oktober 2020. (Foto: Re

Cengiz bekerja sama dengan sineas pemenang Oscar, Bryan Fogel, buat membuat “The Dissident”. Karya-karya Fogel sebelumnya termasuk “Icarus” yang meraih banyak penghargaan dari kritikus film.

“Perjalanan yang panjang yang ana jalani dan akhirnya saya makmur karena saya lebih optimistis daripada sebelumnya. Dia (Fogel) membuat sebuah film dan otobiografi yang luar biasa. Saya merasa sedikit kesedihan, akan tetapi penuh harapan demi masa pendahuluan, ” ujar Cengiz.

Fogel merasa dia merasa gaya untuk menceritakan kisah kematian Khasogghi.

“Saya syok, gamang, dan sangat marah karena situasi semacam ini terjadi di negeri kita, di planet kita, dan bahwa manusia seharusnya tidak dapat memperlakukan manusia lain seperti itu, ” ujar Fogel.

“Dan saya ngerasa tanggungan, yaitu apabila saya mampu menceritakannya maka saya akan menceritakannya, karena apabila kita tidak mampu memberi penerangan pada sudut negeri yang gelap, maka mereka mau terus hidup dalam kegelapan. ”

Sutradara AS tersebut juga mengatakan dampak emosional di dalam membuat film itu terkadang mewujudkan dirinya dan Cengiz menangis.

“Ada hari-hari dimana awak hanya menangis. Ini merupakan hidup yang sangat sulit, sangat emosional untuk dibuat, ” tutur Fogel.

Sebuah pengadilan Saudi memenjara delapan orang dengan balasan antara tujuh dan 20 tarikh atas pembunuhan itu. Persidangan tersebut menuai kritikan dari seorang pemeriksa PBB dan dari para aktivis HAM yang mengatakan otak dalam balik pembunuhan itu tetap lepas. [vm/jm]