Restoran di New York Kembali Melayani Makan di Dalam Ruang

0
36

Sejumlah restoran di kota New York kembali membuka layanan makan di pada ruangan namun hanya pada level 25 persen dari kapasitas sebelumnya. Mereka menyambut para pelanggan dengan sudah tidak sabar untuk bersosialisasi kembali di tengah pandemi yang masih terus berkecamuk. Namun, tersebut dilakukan dengan protokol keamanan yang ketat, baik di ruang prasmanan maupun di dapur.

Di sebuah restoran bergengsi bernama Il Gattopardo yang menyajikan minuman Italia-selatan di Upper East Side Manhattan, para pelanggan menikmati menganggur merah sambil duduk di meja makan bertaplak putih bersih.

Chef Eksekutif Vito Gnazzo dari restoran Il Gattopardo menyiapkan hidangan pembuka mozzarella asap pada hari perdana restoran diizinkan untuk mulai makan di dalam ruangan sejak Covid-19 di Manhattan Borough of New York City, New York, AS, 30 September

Gianfranco Sorrentino, si pemilik, mengatakan bahwa langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan merupakan kejadian yang penting guna mempertahankan keberlangsungan restorannya dalam masa paling sulit yang pernah dihadapinya selama 30 tahun berbisnis restoran. Bahkan ia memastikan para pelayannya mengganti kedok setiap 15 hingga 20 menit.

“Semua orang harus mencuci tangan mereka setiap 15 hingga 20 menit, kami bahkan mengganti filter AC ruangan dengan filter khusus, sehingga sirkulasi suasana berlangsung dengan metode berbeda, ” kata Gianfranco Sorrentino.

Staf cukup mengawasi ruang makan di restoran Il Gattopardo pada hari pertama restoran diizinkan untuk memulai santap di dalam ruangan sejak wabah Covid-19 di Manhattan Borough pada New York City, New York, AS, 30 September, 2020. (Foto: REUTERS/Carlo Allegr

Para pelanggan biar senang, mereka nampak tersenyum zaman duduk di meja-meja yang sudah lama kosong sejak diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam bulan Maret di New York, yang pernah menjadi episentrum virus Corona.

Sekitar enam tamu mendatangi restoran yang lokasinya ada di sebuah townhouse yang telah direnovasi dan dilengkapi dengan taman ditengah kota Manhattan.

Orang-orang duduk di restoran seafood Mediterania Estiatorio Milos di Hudson Yards ketika restoran mulai membuka kembali servis makan di dalam ruangan secara kapasitas 25 persen di Manhattan, New York City, AS, 30 September 2020. (Foto: REUTERS/Andrew Ke

“Benar-benar menyenangkan untuk berada pada tengah orang-orang, untuk bisa menikmati makan bersama teman-teman dan tim serta kenalan dan rekan kegiatan, ” ujar Reid Rosen, seorang pengacara yang merupakan salah satu dari tamu tersebut.

Menurut Sorrentino, pemilik restoran, jalan untuk membakar kota New York setelah lebih dari enam kamar dikenakan pemberlakuan karantina merupakan suruhan semua warga New York. Masa shutdown diperintahkan pada bulan Maret, dia mengira itu hanya akan berlaku selama dua minggu, namun ia tidak mengira situasi itu berlanjut melebihi kurun enam bulan. “Secara finansial, ini bencana untuk kami, ” kata Sorrentino.

Restorannya terpaksa merumahkan ke-155 pegawainya, meskipun tunjangan kesehatan tubuh mereka masih bisa dipertahankan. Era mereka diizinkan buka kembali di dalam bulan Agustus untuk melayani order makanan yang dibawa pulang, beberapa pegawai sudah bekerja di wadah lain atau pulang ke negeri asalnya.

Kini hanya 92 orang dari 155 pegawainya yang kembali bekerja di restoran, dan akibatnya, Sorrentino terpaksa kudu membangun kembali usahanya.

Namun restoran sedang punya fasilitas makan di suasana terbuka dan Cristin Bolsinger, seorang ibu dengan dua anak leler sekolah berharap opsi makan dalam udara terbuka akan seterusnya disediakan.

“Bagi mereka yang merasa nyaman makan di dalam ruangan, silakan. Bagi saya, kesehatan anak-anak lebih penting daripada santap di dalam restoran, ” prawacana Cristin Bolsinger.

Rancangan untuk membuka kembali layanan prasmanan di dalam ruangan restoran pada awalnya dijadwalkan untuk bulan Juli, namun ditunda akibat keprihatinan dengan Covid-19. [aa/jm]