Duta China dan Taiwan Adu Jotos di Fiji, Satu Cedera

0
105

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan, Senin (19/10), sejumlah diplomat China dan pegawai pemerintahan Taiwan terlibat perkelahian di tengah perjamuan perayaan Hari Nasional Taiwan di Fiji.

Insiden itu menggambarkan meningkatnya ketegangan antara besar pemerintahan yang saling bersaing untuk mendapatkan pengakuan diplomatik.

Joanne Ou, juru bicara Departemen Luar Negeri Taiwan, dalam pemberitahuan tertulis yang dikutip oleh Associated Press mengatakan perkelahian itu bermula ketika para pegawai Taiwan mencari jalan menghentikan diplomat China yang merekam foto-foto para tamu dalam jadwal yang digelar pada 8 Oktober lalu. Ou mengatakan seorang personel Taiwan dilarikan ke rumah melempem dengan luka di kepala, namun polisi mengamankan para diplomat China.

“Kementerian Luar Jati mengecam keras tindakan para personel Kedutaan Besar China di Fiji, yang sangat melanggar aturan hukum dan tata krama, ” sebutan Ou, sambil menambahkan Taiwan juga melayangkan protes resmi kepada pemerintah Fiji.

Kementerian Asing Negeri China tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar.

China makin meningkatkan tekanan terhadap pemerintah negara lain untuk membuang Taiwan, yang memisahkan diri sebab China daratan pada 1949 setelah perang saudara.

Hanya 15 negara yang mengakui Taiwan sebagai pemerintahan yang merdeka. Negara-negara yang mengakui Taiwan kebanyakan negara kecil dan miskin. Namun, tadbir Taiwan yang dipilih secara demokratis memiliki hubungan komersial dan informal yang luas dengan banyak negara.

Acara Hari Nasional yang diadakan di Suva, Ibu Kota Fiji, digelar oleh Jawatan Perdagangan Taiwan

Tengah itu, Larry Tseng, Kepala Urusan Asia Timur dan Pasifik Departemen Luar Negeri Taiwan, dikutip oleh Reuters mengatakan China sedang menganalisis apakah ada politisi Fiji dengan menghadiri acara itu.

Dia mengatakan para diplomat dari kedua negara mengalami luka-luka akibat insiden “saling dorong” itu.

Di luar negeri, para-para diplomat China juga makin biadab.

Tahun ini, Kedutaan Besar China di Thailand menyangka para kritikus “mengkhianati sejarah” di dalam sebuah perang di media sosial terkait asal wabah virus corona, serta status Hong Kong & Taiwan. [ft/au/rw]