PM Suga Tegaskan Jepang akan Lepas Karbon pada 2050

0
85

Perdana Menteri Yoshihide Suga, Senin (26/10), mengatakan Jepang akan mencapai nol emisi karbon pada 2050.

Pidato kebijakan di sesi parlemen itu tersebut adalah pidato pertama Suga sejak tempat menjabat sebagai perdana menteri dalam 16 September, setelah Shinzo Abe mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Suga baru saja kembali dari perjalanannya pada minggu lalu ke Vietnam dan Indonesia, di mana dia mendorong cara Abe untuk membangun hubungan dengan lebih dekat dan mempromosikan visi regional untuk melawan pengaruh China yang semakin menguat.

Suga bermaksud menjadikan ekonomi berkelanjutan sebagai pilar daripada strategi pertumbuhannya dan “berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai masyarakat muda. ” Hal ini termasuk menyentuh masyarakat bebas karbon pada 2050.

Uni Eropa & Inggris telah menetapkan target sejenis untuk emisi gas rumah kaca, dan China baru-baru ini mencanangkan akan menjadi bebas karbon pada 2060. Jepang sebelumnya menargetkan pengurangan karbon sebesar 80 persen di dalam 2050.

Suga menggambarkan kebutuhan untuk beralih dari pelajaran bakar fosil untuk melawan mutasi iklim sebagai peluang, bukan bagasi.

“Langkah-langkah pemanasan ijmal tidak lagi menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi, tetapi akan mengarah dalam reformasi industri dan sosial ekonomi dan pertumbuhan yang besar, ” katanya. “Kita perlu mengubah cermin pikir kita. ”

Menurut cetak ningrat energi Jepang yang ditetapkan dalam 2018, negara tersebut masih memproyeksikan 22-24 persen energinya berasal lantaran energi terbarukan, 20-22 persen sejak tenaga nuklir, dan 56 obat jerih dari bahan bakar fosil, serupa minyak, batu bara, dan gas.

Kemandirian energi untuk melepaskan diri dari ketergantungan di bahan bakar fosil terkendala sebab penutupan sebagian besar pembangkit listrik nuklir (PLTN) Jepang yang selalu setelah kebocoran pada PLTN Fukushima Dai-Ichi akibat gempa bumi & tsunami di wilayah timur laut Tohoku pada 2011.

Suga mengatakan dia akan memacu penelitian dan pengembangan teknologi sempurna, seperti baterai surya generasi berikutnya dan daur ulang karbon. Tempat juga berjanji untuk mengurangi ketergantungan Jepang pada energi berbahan menjilat batu bara dengan mempromosikan konservasi dan memaksimalkan energi terbarukan dan energi nuklir. [ah/au/ft]