FBI: Serangan Ransomware Ancam Sistem Pembelaan Kesehatan AS

0
77

Badan-badan federal AS memperingatkan adanya upaya penjahat siber untuk melakukan eksploitasi dengan mengacak data terhadap pola perawatan kesehatan AS yang bertujuan untuk mengunci informasi rumah rendah. Hal itu bisa merugikan pembelaan pasien di tengah lonjakan kasus Covid-19 secara nasional.

AP mengutip pernyataan bersama FBI dan dua agen federal, Rabu (28/10), memperingatkan bahwa mereka memiliki “informasi yang dapat dipercaya mengenai peningkatan ancaman kejahatan dunia imajiner dalam dan akan segera berlaku terhadap rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan AS. ” Peringatan tersebut mengatakan kelompok penjahat menetapkan sektor tersebut dengan serangan dengan menghasilkan “pencurian data dan provokasi layanan kesehatan. ”

Serangan dunia maya itu membawabawa ransomware, jenis perangkat yang mengacak data dan hanya dapat dibuka dengan kunci perangkat lunak dengan disediakan setelah target membayar bayaran. Pakar keamanan independen mengatakan hal itu setidaknya terjadi pada lima rumah sakit AS pada minggu ini, dan berpotensi berdampak di dalam ratusan lainnya.

Gempuran dilakukan oleh geng kriminal pepatah Rusia bertepatan dengan pemilihan kepala AS, meskipun tidak ada indikasi langsung bahwa mereka dimotivasi hal selain mencari keuntungan. “Kami menikmati ancaman keamanan siber paling signifikan yang pernah kami lihat pada Amerika Serikat, ” kata Charles Carmakal, kepala teknis dari kongsi keamanan siber Mandiant dalam suatu pernyataan.

Alex Holden, CEO Hold Security setuju bahwa serangan yang terungkap itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam ukuran besar bagi AS. Ia sebelumnya telah melacak dengan cermat ransomware yang dipermasalahkan selama lebih sebab setahun,

Penjahat negeri maya yang meluncurkan serangan menggunakan jenis ransomware yang dikenal jadi “Ryuk”, yang disebarkan melalui jaringan komputer zombie yang disebut Trickbot. Microsoft mencoba untuk mengatasi ransomware ini pada awal Oktober.

Komando Siber AS selalu dilaporkan telah mengambil tindakan kepada Trickbot. Sementara Microsoft cukup berhasil mengunci server perintah-dan-kontrolnya secara offline melalui tindakan hukum. Namun, para analis mengatakan para penjahat masih menemukan cara untuk menyebarkan Ryuk.

AS telah mengalami wabah ransomware selama 18 bulan terakhir ini, dengan kota-kota besar dari Baltimore hingga Atlanta tertumbuk dan pemerintah daerah serta sekolah terkena dampak yang sangat parah.

Pada bulan September, serangan ransomware melumpuhkan 250 wahana AS dari jaringan rumah lara itu. Akibatnya, dokter dan perawat terpakasa melakukan pencatatan secara manual dan memperlambat kerja laboratorium. Pekerja menggambarkan bagaimana kacaunya kondisi tersebut, termasuk kegagalan pemasangan peralatan penilikan tanda-tanda vital nirkabel.

Juga pada September, kematian perdana yang diketahui terkait dengan ransomware terjadi di Duesseldorf, Jerman, kala kegagalan sistem teknologi informasi memaksa pasien yang sakit kritis untuk dibawa ke rumah sakit di kota lain. [ah/ft]