Greepeace: China Harus Berkomitmen Daur Ulang Baterai Kendaraan Listrik

0
77

Kelompok pemerhati lingkungan, Greenpeace, Jumat (30/10), mengatakan China perlu mendaur ulang dan menggunakan kembali aki bekas untuk kendaraan listrik buat mengurangi kekurangan pasokan sekaligus menekan polusi dan emisi karbon.

Mengutip Reuters, Greepeace melaporkan, meskipun penggunaan luas kendaraan elektrik merupakan prakarsa lingkungan yang istimewa, tapi bisa makin memparah lagu terhadap pasokan bahan baku pokok, seperti lithium dan kobalt.

“Kami akan melihat gelombang pasang baterai EV tua memukul China, ” kata Ada Kong, manajer program senior Greenpeace Asia Timur. “Bagaimana tanggapan pemerintah mau memiliki konsekuensi besar bagi kewajiban netral karbon Xi Jinping 2060. ”

Greenpeace mengucapkan sebanyak 12, 85 juta ton baterai litium-ion EV tidak mampu digunakan di seluruh dunia antara 2021 dan 2030, sementara lebih dari 10 juta ton lithium, kobalt, nikel, dan mangan akan ditambang untuk memproduksi baterai pertama.

Baterai yang dimanfaatkan kembali dapat digunakan sebagai bentuk tenaga cadangan untuk stasiun 5G China atau digunakan kembali dalam sepeda elektronik, dan akan menghemat 63 juta ton emisi karbon dari pembuatan baterai baru.

Greenpeace mengatakan total permintaan global untuk penyimpanan energi bisa dipenuhi oleh baterai EV periode pada 2030.

China, pengguna EV dan produsen baterai EV terbesar di dunia, telah meluncurkan skema daur ulang baterainya sendiri untuk mengatasi perkiraan lonjakan utilisasi dan juga menerapkan bentuk pelacakan yang akan melacak segenap masa pakai baterai dari manufaktur hingga pembuangan. [ah/ft]