Sri Lanka Pulangkan Limbah Ilegal ke Inggris

0
73

Sri Lanka telah mulai mengirimkan 242 bandela limbah berbahaya, termasuk bagian-bagian tubuh dari kamar mayat, kembali ke Inggris. Langkah itu dilakukan sesudah dua tahun perjuangan di mahkamah oleh badan pengawas lingkungan Sri Lanka.

Beberapa negeri Asia dalam beberapa tahun belakangan telah memulangkan limbah yang dikirimkan negara-negara kaya, sambil berjuang dalam pengadilan agar tidak digunakan jadi tempat pembuangan sampah dunia.

Sebanyak 20 kontainer perdana berisi limbah medis, termasuk bagian-bagian tubuh dari kamar mayat, telah diangkut ke kapal MV Texas Triumph pada Jumat (30/10). Sebesar 65 kontainer lainnya akan dikirim dalam seminggu ini, kata Spesialis Bicara Bea Cukai Sunil Jayaratne, sebagaimana dikutip dari AFP.

“Sisanya akan dikirim segera setelah kapal lain tersedia, ” kata Jayaratne.

Pengadilan banding Sri Lanka pada dua minggu lalu memerintahkan pemulangan limbah bio dari rumah sakit serta berton-ton limbah plastik yang diimpor, yang melanggar peraturan pengiriman lokal dan internasional.

Impor-impor tersebut tiba antara September 2017 dan Januari 2018. Badan pengelola lingkungan, Center for Environmental Justice (CEJ) telah mengajukan petisi kepada pengadilan untuk menolaknya.

Bea Cukai tidak mengungkapkan macam limbah tersebut, tetapi para penguasa mengatakan sampah itu termasuk bahan perca, perban dan bagian-bagian tubuh dibanding kamar mayat.

Pada September, 260 ton limbah terbelah di 21 kontainer lainnya dikirim kembali setelah Inggris setuju untuk menerimanya kembali.

Dominasi lokal menemukan limbah baru tersebut setelah upaya hukum dimulai kepada 242 kontainer yang ditahan dalam Pelabuhan Kolombo dan kawasan perdagangan bebas di dekat ibu tanah air.

Bea Cukai Sri Lanka menyatakan bahwa semua bandela tersebut telah dibawa ke negara itu, melanggar hukum internasional dengan mengatur pengiriman limbah berbahaya, termasuk plastik.

Sebuah pengkajian Sri Lanka tahun lalu kepada hampir 3. 000 ton limbah berbahaya yang diimpor secara gelap, mendapati bahwa importir telah mengirimkannya lagi sekitar 180 ton ke India dan Uni Emirat Arab pada 2017 dan 2018.

Selain Sri Lanka, Filipina, Indonesia, dan Malaysia juga telah mengembalikan ratusan kontainer sampah ke negara asalnya. [vm/ft]