Mantan Presiden Korsel Kembali Masuk Tangsi

0
71

Bekas presiden Korea Selatan Lee Myung-bak dikirim kembali ke penjara, Senin (2/11), empat hari setelah Majelis hukum Agung negara itu mendukung putusan pengadilan sebelumnya, yakni hukuman penjara 17 tahun untuk kejahatan korupsi.

Stasiun televisi Korea Selatan menayangkan konvoi sejumlah organ berwarna hitam, termasuk yang mendatangkan Lee, tiba di Pusat Pengurungan Dongbu, Seoul. Sejumlah pejabat negeri pusat belakangan mengkonfirmasi pemenjaraannya.

Sebelumnya, Senin (2/11), Lee dibawa dari rumahnya ke dewan kejaksaan Seoul untuk diberitahu dengan resmi tentang hukumannya dan melaksanakan pemeriksaan identifikasi di sana.

Lee, 78 tahun, dihukum karena menerima suap dari perusahaan-perusahaan besar termasuk Samsung; menggelapkan dana perusahaan dari perusahaan yang dimilikinya; dan melakukan sejumlah kejahatan korupsi lainnya sebelum dan ketika ia menjabat sebagai presiden dari 2008 hingga 2013.

Mantan Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, tengah, masuk ke dalam mobil saat dia dipindahkan ke pusat penahanan, di kediamannya di Seoul pada Jumat pagi, 23 Maret 2018. (Foto: AP)

Pengadilan distrik Seoul awalnya menghukum Lee 15 tahun tangsi pada tahun 2018. Ia dibebaskan dari penjara beberapa bulan kemudian, tetapi dibawa kembali ke penjara Februari ini, setelah pengadilan banding menjatuhkan hukuman 17 tahun dan membatalkan jaminannya. Namun, beberapa keadaan kemudian, ia dibebaskan lagi sesudah ia mengajukan banding atas keputusan pembatalan jaminannya.

Kamis (29/10), Mahkamah Agung mendukung keputusan penjara 17 tahun itu.

Lee, mantan CEO Hyundai, memenangkan pemilihan presiden 2007 secara janji menghidupkan kembali perekonomian negara. Namun, lima tahun masa jabatannya tercoreng oleh krisis keuangan global, protes publik besar-besaran atas dimulainya kembali impor daging sapi GANDAR, dan permusuhan militer dengan Korea Utara.

Kasus manipulasi Lee terungkap setelah penggantinya, sesama tokoh konservatif Park Geun-hye, dicopot dari kursi kepresidenan dan dipenjarakan karena skandal korupsi terpisah di dalam 2016 dan 2017 yang menerbitkan satu diantara protes antipemerintah terbesar di Korea Selatan. [ab/uh]