Afghanistan Berkabung Atas Serangan ISIS dalam Universitas Kabul

0
68

Afghanistan menyatakan Selasa (3/11) sebagai keadaan berkabung nasional untuk menghormati 22 orang yang tewas dalam serangan mengerikan sehari sebelumnya di Universitas Kabul, yang diklaim dilakukan ISIS. Sebagian besar yang tewas merupakan pelajar, sementara 22 orang lainnya luka-luka, beberapa di antaranya payah.

Serangan brutal selama berjam-jam pada hari Senin (2/11) adalah serangan kedua terhadap sebuah lembaga pendidikan di ibu praja Afghanistan dalam beberapa pekan final di tengah meningkatnya kekerasan dan kekacauan di Afghanistan. Serangan itu bahkan berlangsung sementara kelompok Taliban dan perunding pemerintah mengadakan perundingan damai di Qatar.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Selasa (3/11) menyatakan akan membalas gempuran ISIS terhadap para mahasiswa yang tidak berdosa yang menjadi objek. Ia bahkan menyatakan akan membasmi ISIS.

Afiliasi ISIS di Afghanistan pula mengklaim serangan sebelumnya pada 24 Oktober yang menewaskan 24 anak. Serangan itu terjadi di negeri Dasht-e-Barchi yang mayoritas warganya Syiah. Afiliasi ISIS itu telah menyatakan perang terhadap minoritas Syiah pada negara itu dan telah mengklaim melakukan sejumlah serangan ganas semenjak kehadirannya di Afghanistan Timur di 2014.

Di asing Universitas Kabul, Selasa (2/11), sekelompok kecil demonstran berkumpul menuntut penghentian senjata dan mendesak pemerintah buat menarik diri dari perundingan tenang sampai gencatan senjata permanen diumumkan. Beberapa demonstran mengusung poster bertuliskan “Mengapa kamu membunuh kami? ”

ISIS bukan arah dari pembicaraan damai, dan meskipun mereka mengklaim bertanggung jawab, negeri menyalahkan Taliban atas serangan itu. Taliban, seperti halnya pasukan keamanan Afghanistan, sedang memerangi ISIS dan di bawah kesepakatan yang ditandatangani dengan AS, Taliban telah berkomitmen untuk memerangi militansi, khususnya ISIS. [ab/uh]