Buatan Pilpres AS Mulai Masuk, Trump, Biden Menang di Sejumlah Negeri Bagian

0
66

Presiden Donald Trump dari Partai Republik & penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, menang di sejumlah negara bagian, sementara warga Amerika secara cemas menunggu hasil pemungutan bahana yang tersisa untuk menentukan siapa yang bakal memerintah dari Gedung Putih untuk masa jabatan 4 tahun, mulai Januari mendatang.

Penghitungan kertas suara berlanjut di berbagai penjuru Amerika. Trump menang antara lain di Ohio dan Texas serta Kentucky, di mana pemimpin mayoritas Senat Mitch McConnell dari Partai Republik selalu terpilih kembali. Biden menang jarang lain di California, Illinois, Virginia dan negara bagian asalnya, Delaware.

Dalam beberapa tanda dan kemungkinan beberapa hari kelak, perhatian besar akan dicurahkan di penghitungan suara di Pennsylvania, Michigan dan Wisconsin – negara bagian-negara bagian yang membantu Trump mengambil kemenangan dalam pemilu 2016 dan muncul kembali sebagai daerah pemilihan yang sangat diperebutkan pada tahun 2020.

Pennsylvania ialah satu dari beberapa negara arah yang diperkirakan akan memerlukan masa tambahan untuk menghitung kertas suara yang membanjir dari para pemilih yang memutuskan untuk tidak muncul langsung ke TPS pada zaman pandemi virus corona.

Kedua kandidat sama-sama menyatakan optimisme mereka pada Rabu (4/11) pagi.

Biden mengatakan kepada para pendukungnya di Delaware, “Kita yakin kita berada di jalur untuk menang pada pemilu ini. ” Ia juga mendesak pemilih untuk bersabar tatkala kertas suara dihitung.

Trump berbicara di Gedung Suci beberapa jam kemudian. Ia mengarungi lebih jauh, dengan mengatakan, “Kita akan menangkan ini, dan sepengetahuan saya, kita telah menang. ”

Presiden juga langsung menyatakan keberatannya terhadap negara bagian-negara bagian yang menghitung kertas suara mereka setelah Hari Pemilihan – sesuatu yang biasa terjadi dalam pemilu nasional sebelumnya. Tanpa merinci target gugatan hukumnya, Trump mengatakan, “Kita akan membawa ini ke Mahkamah Agung. ”

Biden mengemukakan dalam pernyataannya, “Bukan posisi saya atau Donald Trump untuk menyatakan siapa yang menang dalam pemilu ini. Itu adalah keputusan rakyat Amerika. ”

Selain memilih presiden, rakyat juga memilih para legislator GANDAR serta para pejabat di level negara bagian dan lokal. Puluhan juta kertas suara yang diberikan pada hari Selasa merupakan tambahan lebih dari 100 juta kertas suara yang tercatat pada pekan-pekan pemberian suara awal. Partisipasi pemilih diperkirakan memecahkan rekor meskipun tersedia gangguan akibat pandemi virus corona.

Trump mengincar zaman jabatan kedua. Selama empat dekade terakhir, hanya dua presiden GANDAR yang kalah dalam upaya untuk terpilih kembali.

Itu adalah upaya ke-tiga Biden buat meraih jabatan presiden. Ia kubra meraih nominasi calon presiden daripada Partai Demokrat pada tahun 1988 dan 2008. [uh/ab]