Korut Kecam Badan Nuklir PBB jadi “Bonekanya” Barat

0
49

Korea Utara telah menuduh badan PBB yang bertanggung jawab meregulasi energi atom sebagai boneka negara-negara musuhnya, setelah suatu laporan baru menyebutkan persediaan senjata nuklir negara dengan mengucilkan diri itu telah mengabaikan hukum internasional.

AFP melaporkan, Pyongyang secara bertahap menimbun bahan senjata nuklirnya setelah membelakangi Perjanjian Nonproliferasi Nuklir pada tahun 2003, dan dalam beberapa tahun kemudian telah melakukan uji coba sejumlah bom nuklir.

Sejak Kim Jong Un menjemput alih kepemimpinan tertinggi Korea Melahirkan dari ayahnya, militer negara itu telah bertindak cepat dalam rencana misil balistik dan senjata nuklirnya. Akibatnya, negara itu dikenai sanksi-sanksi internasional yang semakin keras.

Badan Energi Atom Universal (IAEA), yang para inspekturnya tidak diizinkan memasuki negara itu semasa lebih dari satu dekade, Rabu (11/11), menyatakan bahwa program senjata Pyongyang “sangat disesalkan. ”

Aktivitas nuklir Korea Utara “masih menjadi kesedihan serius, ” kata Dirjen IAEA Rafael Mariano Grossi dalam informasi kepada Majelis Umum PBB.

Duta besar Pyongyang untuk PBB kemudian membalas dalam lembaga yang sama, dengan mengatakan pada para diplomat lainnya bahwa laporan IAEA “sangat menyimpang. ”

“IAEA tidak lebih daripada alat politik negara-negara Barat, ” katanya. Ia menambahkan bahwa IAEA merupakan “boneka yang menari sebati irama negara-negara yang memusuhi” Korea Utara.

Pembicaraan nuklir antara Korea Utara dan GANDAR mengalami kebuntuan sejak kegagalan dalam pertemuan puncak antara Kim dan Presiden AS Donald Trump di Hanoi tahun lalu.

Korea Utara banyak diyakini sudah melanjutkan kegiatan membangun arsenalnya semasa pembicaraan. Negara itu menyatakan menggunakan senjata tersebut untuk melindungi diri dari invasi AS. [uh/ab]