Perancis akan Gerebek Masjid-masjid Yang Sebarkan Ajaran Radikal

0
314

Pihak berwenang Perancis hendak menggeledah puluhan masjid dan mushola yang dicurigai menyebarkan ajaran pelampau Islam sebagai bagian dari upaya menumpas para ekstremis Muslim dalam negara itu. Penggeledahan yang dilakukan menyusul serangkaian serangan maut di Perancis itu diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, Kamis (3/12).

Darmanin mengatakan kepada radio RTL bahwa bila ada masjid atau mushola yang ditemukan mendukung ekstremisme, fasilitas ibadah itu akan ditutup.

Menteri Di Negeri Perancis, Gerald Darmanin dalam Istana Presiden Elysee, Paris, 2 Desember 2020. (Foto: Thomas COEX / AFP)

Penggeledahan yang hendak digelar Kamis sore itu merupakan bagian dari tanggapan terhadap perut serangan mengerikan yang sangat mengherankan Perancis, yakni pemenggalan kepala seorang guru yang menunjukkan kartun Rasul Muhammad kepada murid-muridnya dan penikaman tiga orang hingga tewas di sebuah gereja di Nice.

Darmanin tidak mengungkapkan tempat ibadah mana yang akan diperiksa. Dalam catatan yang dikirimkannya ke kepala-kepala keamanan regional, dan tahu terbaca oleh AFP, ia mencantumkan 16 alamat di Paris serta 60 lainnya di berbagai arah negara itu.

Polisi mengamankan langgar di Créteil dekat Paris, Perancis, 29 Juni 2017 setelah seorang pria ditangkap karena mencoba mengendarai mobil ke arah kerumunan warga di depan masjid. (Foto: REUTERS / Gonzalo Fuentes)

Gajah berhaluan kanan itu mengatakan pada RTL, fakta bahwa hanya beberapa kecil dari sekitar 2. 600 tempat ibadah Muslim di Perancis yang dicurigai menyebarkan teori-teori ekstrem menunjukkan bahwa Perancis jauh sejak situasi radikalisasi yang meluas “Hampir semua Muslim di Perancis meluhurkan hukum negara dan dirugikan oleh radikalisasi itu, ” katanya.

Pembunuhan Samuel Paty, pengasuh yang mempertunjukkan kartun-kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya di kelas kemandirian berbicara, mengejutkan banyak orang di Perancis. Banyak yang menganggap serangan terhadap guru itu sebagai gempuran terhadap Perancis.

Setelah pembunuhannya, pihak berwenang menggerebek puluhan kelompok olahraga, awak amal, dan asosiasi Muslim yang diduga mendukung ekstremisme. Mereka juga memerintahkan penutupan sementara sebuah masjid di dekat Paris yang menyebar rekaman video yang memicu antipati terhadap Paty.

Rancangan penggeledahan ini diumumkan sementara Darmanin berusaha menyanggah kecaman keras berasaskan kasus kebrutalan polisi yang terperangkap kamera yang telah memaksa golongan yang berkuasa merevisi undang-undang kontroversial yang membatasi perekaman gambar kesibukan polisi. [ab/lt]