Jokowi Ingin Pelabuhan Patimban Dukung Ekspor Produk UMKM

0
516

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo cukup senang akhirnya pembangunan Pelabuhan Patimban tahap pertama telah selesai. Pasalnya, pembangunan salah satu proyek strategis nasional (PSN) ini memiliki peran dengan sangat penting dalam meningkatkan perekonomian nasional, khususnya di Jawa Barat.

Selain itu, katanya, keberadaan Pelabuhan Patimban tersebut mampu memperkuat Pelabuhan Tanjung Priok yang saat ini sudah terlalu penuh sehingga menimbulkan kemacetan di ruas jalan Bekasi-Jakarta dan Jakarta-Bekasi.

Pemimpin Joko Widodo dalam acara soft launching Pelabuhan Patimban secara maya dari Istana Kepresidenan Bogor, Minggu, (20/12). Presiden berharap Pelabuhan Patimban bisa mendorong ekspor produk UMKM (Foto: Courtesy/Biro Setpres)

“Dengan lokasinya yang strategis di antara Bandara Kertajati dan kawasan industri di Bekasi, Karawang, dan di Purwakarta, saya yakin keberadaan Pelabuhan Patimban ini, akan menjadi kunci penghubung antarkawasan, seperti industri manufaktur, turisme dan sentra-sentra pertanian, serta menopang percepatan ekspor, ” ujar Jokowi, dalam acara Soft Launching Pelabuhan Patimban secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (20/12).

Jokowi menjelaskan, pada fase baru ini Pelabuhan Patimban siap melayani 3, 75 juta peti kemas, dan akan meningkat menjadi tujuh juta peti kemas pada tahap ketiga nanti. Selain itu, pada saat ini Pelabuhan Patimban menyimpan kapasitas car pangkalan yang dapat menampung 218 ribu mobil c ompletely built up (CBU), dan akan bertambah menjadi 600 ribu.

Secara kapasitas yang cukup besar tersebut, Jokowi yakin akan dapat meningkatkan ekspor otomotif ke pasar ijmal. Namun, Jokowi menekankan bahwa ke depan, Pelabuhan Patimban ini serupa harus mendukung ekspor produk-produk Jalan Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa bersaing dengan produk dunia.

“Tetapi kami ingatkan bahwa Pelabuhan Patimban itu juga harus mendukung ekspor produk-produk lainnya yang menggerakkan ekonomi UMKM, sektor pertanian, industri kreatif, serta produk-produk lainnya sehingga mampu bergandengan di pasar global, ” jelasnya.

Presiden Jokowi Meresmikan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (20/12). (Foto: Courtesy/Biro Setpres)

“Untuk itu saya minta kepada para menteri, gubernur, bupati, pemangku kota dan pejabat-pejabat terkait biar bersama-sama pelaku usaha UMKM, koperasi, dan perusahaan swasta untuk memaksimalkan infrastruktur yang sudah kita bentuk ini, dalam rangka menggairahkan ekonomi rakyat kita, dan meningkat ketenteraman rakyat kita, ” lanjut Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga menginginkan Pangkalan Patimban tersebut semakin terkonsolidasi secara pengembangan industri dan perekonomian lokal, sehingga akan semakin mempercepat kemajuan sentra ekonomi baru dan bisa memberikan kecepatan pelayanan di bidang logistik.

Tumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok di tengah pandemi virus corona (Covid-19) di Jakarta, 3 Agustus 2020. (Foto: Reuters)

Pelabuhan Patimban Melakukan Ekspor Perdana Mobil ke Brunei Darussalam

Dalam jalan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melaporkan bahwa di dalam peluncuran hari ini, Pelabuhan Patimban melakukan ekspor perdana sebanyak 140 mobil ke Brunei Darussalam.

“Pada operasi perdana ini akan dilakukan ekspor perdana sebab Pelabuhan Patimban sebanyak 140 bagian mobil, yaitu Toyota, Daihatsu, Suzuki dengan kapal MV Suzuka Express milik PT Toyo Fuji Shipping, Ltd Co dengan tujuan Brunei Darussalam, ” ungkap Menhub.

Menteri Perhubungan R. I, Budi Karya Sumadi. (Foto: screenshot)

Budi menjelaskan, Patimban merupakan pelabuhan yang dibangun melalui pendanaan Official Development Assistance (ODA) dari pemerintah Jepang. Ia menjelaskan bahwa pada tahap pertama itu telah dibangun area terminal, brick water , seawall , jalan akses, serta jembatan penghubung seluas 25 hektar.

“Sedangkan tahap kedua di tahun 2021-2024 mau terbangun sebanyak kurang lebih 60 hektar dan tambahan untuk terminal kendaraan sebanyak 600 ribu CBU, ” ujarnya.

Kemudian tahun 2024-2025 akan dibangun pangkalan peti kemas dengan kapasitas kumulatif sebanyak 5, 5 juta, serta tahap akhir 2026-2027 juga mau dibangun terminal dengan kapasitas peti kemas sebesar 7, 5 juta dan 600 ribu mobil CBU.

“Pembangunan tahap kelima akan terkoneksi dengan jalan pungutan dengan jalan kereta api. Diharapkan akan berpotensi meningkatkan pembangunan sepuluh kawasan industri prioritas di sepanjang koridor utara Jawa, sehingga perekonomian meningkat, dan memberikan manfaat dengan luas kepada masyarakat, ” sebutan Budi.

Selain membangun pelabuhan ini, pemerintah kata Budi, juga melakukan rangkaian kegiatan sosial untuk masyarakat kira-kira agar turut merasakan kemajuan lantaran Patimban ini, seperti pelatihan kewirausahaan, pelatihan pemberdayaan masyarakat, pemberian kalender keahlian bagi nelayan, dengan diikuti pemberian kapal terhadap nelayan melalaikan koperasi.

Pelabuhan Patimban Berpotensi Ciptakan Jutaan Lapangan Pekerjaan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik pembangunan Pelabuhan Patimban itu. Menurutnya, Patimban akan menjadi cikal bakal sebuah kawasan regional Rebana Metropolitan yang terdiri dari 13 kota industri baru. Rebana Metropolitan sendiri meliputi daerah Cirebon, Patimban dan Kertajati.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (VOA/Rio Tuasikal)

“Patimban kami juga bantu untuk menjadi Kota Maritim Patimban untuk utama juta penduduk, sehingga kami harapkan dalam 30 tahun akan lulus menjadi kawasan dan kota pelabuhan yang luar biasa. Kawasan industri Bekasi contohnya, membutuhkan 30 tahun untuk menjadi sukses seperti saat ini. In syaa Allah di hari ini kita akan menyaksikan cikal bakal kesuksesan itu akan tampil, ” ujar pria yang dekat disapa Emil ini.

Ia menjelaskan, jika kawasan Gendang Metropolitan ini berhasil, maka diprediksi akan menghasilkan 4, 3 juta lapangan kerja dalam kurun masa 15 tahun mendatang.

“Sehingga memberikan tambahan pertumbuhan ekonomi sampai empat persen untuk Daerah Jawa Barat, yang tentunya bakal mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, ” papar Emil. [gi/ah]