PM Thailand Tuduh Pekerja Migran Gelap Penyebab Lonjakan VirusÂ

0
509

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-O-Cha, Senin (21/12) menggugat perebakan virus corona terkait rekan ikan terbesar di kerajaan tersebut serta pekerja migran murah yang dipekerjakan dalam industri besar udang negara itu.

Thailand dalam siaga tinggi sejak Kamis ketika seorang penjual udang berumur 67 tahun dari pasar Mahachai di test positif mengidap virus corona.

Pelacakan kontak dan tes besar-besaran mendapati lebih dari 800 kasus sejauh itu terkait tempat dan menjadi perebakan besar di negara yang sebelumnya menemukan 4. 000 infeksi yang dikonfirmasi.

Mayoritas kasus baru itu adalah para pekerja dari Myanmar yang menjala di kapal-kapal penangkap tolol dan di pabrik-pabrik pemrosesan terkait dengan industri makanan laut Thailand bernilai miliaran dolar.

Prayut, Senin menyalahkan perebakan tersebut pada pabrik-pabrik yang mempekerjakan pekerja ilegal dan menuduh mereka menyeberang dari perbatasan Myanmar ke Thailand secara ilegal. “Mereka diam-diam muncul dan kembali masuk” katanya.

Thailand memiliki perbatasan bergabung Myanmar sepanjang 2. 400 kilometer yang mengalami lonjakan kasus semenjak Agustus dan masih mencatat sekitar 1. 000 kasus per keadaan.

Para nelayan di Teluk Thailand, Provinsi Samut Sakhon, sebelah barat Bangkok, 3 September 2013. (Foto: dok).

“Saya sudah memberi terang pihak berwenang harus ada bentuk untuk melacak pekerja, ” katanya dan menambahkan ia berharap situasi itu akan membaik dalam utama minggu.

Pejabat Kesehatan mengatakan tingkat infeksi di rekan Mahachai sekitar 42 persen. Rekan dan lokasi di dekatnya telah di tutup sejak Sabtu & ribuan warga yang tinggal di sana tidak diizinkan keluar.

Hari Senin pasar itu dipasangi kawat berduri dan bagian berwenang membagikan makanan kepada para-para pekerja yang di karantina di sana.

Pengirim tolol Myanmar Min Tun mengatakan “tidak adil dan sangat sepihak” warga Thailand menyalahkan mereka tanpa keterangan. [my/jm]