Kekurangan Perdagangan AS Meningkat Pada November 2020

0
30

Menurut bukti pemerintah yang dirilis Kamis (7/1), lonjakan impor ke tingkat yang hampir sama seperti sebelum pandemi, menyebabkan defisit perdagangan AS membesar lagi pada November dan hampir mencapai rekor baru.

Ekspor juga naik, tetapi dalam laju yang lebih lamban sehingga menyebabkan defisit perdagangan barang serta jasa meningkat 5 miliar dolar pada Oktober dan menjadi $68, 1 miliar, demikian menurut laporan Departemen Perdagangan.

Bertentangan perdagangan itu merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2006 ketika menyentuh $68, 3 miliar. Angka itu tidak termasuk sektor jasa, dalam mana Amerika mempertahankan sebuah surplus kecil. Defisit perdagangan barang terangkat terus ke tingkat tertinggi sejumlah $85, 5 miliar, kata masukan itu.

“Defisit perniagaan mendekati rekor pada November, sebab ekspor terus dibatasi oleh permintaan dunia yang lemah, sementara permintaan konsumen yang besar meningkatkan jumlah impor, ” kata James Watson dari Oxford Economics.

Jumlah impor melonjak senilai $7. 2 milyar dan menjadi $252. 3 milyar, tulis laporan itu, hampir sama dengan tingkat di Januari tahun lalu sebelum pandemi virus corona melumpuhkan perdagangan dunia.

Kenaikan itu pertama disebabkan oleh naiknya pembelian barang terutama telepon pintar dan peralatan rumah tangga. Rubeela Farooqi sejak High Frequency Economics memperingatkan, pandemi yang sedang berlangsung membuat masa depan perdagangan tidak pasti.

Kesenjangan perdagangan pada November hampir 14 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama tarikh 2019, sebesar $ 604, 8 miliar.

Sementara tersebut, Amerika mencatat 787. 000 permohonan baru untuk mendapat tunjangan pengangguran pada minggu terakhir tahun 2020, kata Departemen Tenaga Kerja keadaan Kamis.

Hal tersebut menunjukkan bahwa PHK masih tetap berlangsung berbulan-bulan setelah pandemi merebak. Jumlah permohonan itu 3. 000 lebih sedikit dari pekan sebelumnya, tetapi masih jauh dari angka pengangguran terendah yang tercatat pra Covid-19 merebak di AS bulan Maret, yang menyebabkan penutupan penuh bisnis sehingga melumpuhkan ekonomi. [ps/jm]