Basarnas: Tim Sudah Deteksi Keberadaan Kotak Hitam Pesawat

0
510

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI Bagus Puruhito mengatakan kapal milik TNI Laskar Laut KRI Rigel telah menemukan sinyal darurat yang diyakini adalah black box atau kotak hitam yang berisi data penerbangan elektronik pesawat Sriwijaya Air SJ182. Menurutnya, benda tersebut berada di kira-kira di antara Pulau Lancang & Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Sebutan dia, tim akan melakukan pekerjaan kotak hitam itu pada Senin (11/1). Meski yang utama adalah mencari dan mengevakuasi korban dengan pengamatan permukaan, air ataupun menggunakan udara.

“Namun buat kepastiannya harus kita cari. & daerah itu memang ada pada daerah lokasi jatuhnya pesawat, ” jelas Bagus Puruhito kepada wartawan di Posko Utama JICT dua Jakarta, Minggu (10/1/2021) malam.

Temuan Tim SAR gabungan yang perdana diturunkan dari kapal TNI pada Minggu (10/1/2021) pagi. (Foto: VOA/Sasmito)

Bagus Puruhito menambahkan tim ikatan telah menemukan 10 kantong bagian pesawat dan belasan bagian besar pesawat, serta 10 kantong yang berisi bagian tubuh korban dan pakaian. Bagian tubuh dan kekayaan korban seperti baju nantinya mau diserahkan dan diidentifikasi Tim DVI Polri untuk mengetahui identitas target. Sedangkan untuk bagian pesawat mau diserahkan ke KNKT untuk diselidiki.

Keluarga Diminta Bantu Percepat Proses Identifikasi

Juru bicara Polda Metro Jaya Yusri Yunus berharap keluarga korban dapat mendatangi Tim DVI Polri untuk mempercepat proses identifikasi.

“Kami mengharapkan saudara terdekat datang ke posko. Misal bapaknya untuk tes DNA guna memastikan body part tersebut punya siapa. Juga membawa mencatat jejak kesehatan, misalnya pernah berobat gigi atau ada tato di mana, ” jelas Yusri Yunus di Posko Utama JICT 2, Minggu (10/1) pagi.

Yusri menambahkan posko DVI di JICT 2 berfungsi untuk mengidentifikasi awal barang atau bagian tubuh korban yang ditemukan. Setelah dipilah akan dimasukkan ke dalam kantong untuk dikirimkan ke tim DVI di RS Kramat Jati Polri.

Keluarga Berharap Temukan Korban

Srie Rahayu, warga Bekasi berharap dapat menemukan lima anggota keluarganya yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Menurutnya, sepupunya yang bernama Rizki Wahyudi merupakan PNS Taman Nasional Gunung Palung. Ia hendak mendatangkan istri, anak, ibu dan keponakannya pindah dari Bangka ke Kalimantan Barat.

“Kita jujur, mungkin takdir begitu. Tapi setidaknya, kita bisa melihat ada awak atau tanda kalau mereka memang sudah tidak ada atau meninggal, ” jelas Srie Rahayu pada VOA, Minggu (10/1).

Penumpang motor Rizki Wahyudi Sriwijaya Air SJ182 bersama istrinya. (Foto: dokumentasi Srie Rahayu)

Srie Rahayu menuturkan mengetahui informasi jatuhnya pesawat dari informasi. Ia kemudian mengecek informasi itu ke bandara pada Sabtu (9/1) malam hingga kemudian mengetahui keluarganya terbang menggunakan pesawat Sriwijaya Minuman.

Menurutnya, Rizki bergabung keluarga sebenarnya bisa terbang secara langsung dari Pangkalpinang, Bangka ke Ketapang, Kalimantan Barat. Namun, mereka memilih transit ke Jakarta terlebih dahulu karena biaya rapid test di Bangka mahal yakni sekitar Rp 2juta dibandingkan di Jakarta sekitar Rp900 ribu. [sm/em]