Melania Trump: Kecewa & Sedih secara Penyerbuan di Kongres

0
267

Ibu negara Amerika Melania Trump hari Senin (11/1) mengatakan ia “kecewa dan sedih” dengan invasi gedung Kongres oleh kerumunan kawula pendukung suaminya yang ingin mengganti hasil pemilihan presiden, tetapi pula mengatakan bahwa merupakan hal yang “memalukan” ketika ia menjadi subyek apa yang digambarkannya sebagai “gosip cabul” dan “serangan pribadi dengan tidak beralasan. ”

Dalam pernyataan dari Gedung Putih itu, ibu negara menyampaikan kepiluan atas kematian enam orang terpaut kekacauan di Kongres Rabu lalu (6/1), termasuk kematian polisi Konvensi Brian Sicknick, dan seorang penjaga lainnya, Howard Liebengoog, yang mengikuti menanggapi kerusuhan di Kongres & bunuh diri akhir pekan lulus ketika sedang tidak bertugas.

“Bangsa kita sedianya pulih dengan cara berbudaya, ” ujar Melania. “Jangan salah, saya benar-benar mengutuk aksi kekerasan yang terjadi di gedung Kongres kita. Aksi kekerasan tidak sudah dapat diterima. ”

Ia menambahkan, “Saya mengimbau orang-orang untuk menghentikan aksi kekerasan itu, tidak membuat asumsi yang didasarkan pada warna kulit seseorang ataupun menggunakan ideologi politik sebagai asas melakukan serangan dan kekejaman. Kita sedianya saling mendengar satu sesuai lain, memusatkan perhatian pada barang apa yang mempersatukan kita, dan menyalahi apa yang memisahkan kita. ”

Dalam pawai di dekat Gedung Putih pada enam Januari lalu, Presiden Donald Trump mendorong ribuan pendukungnya untuk berjalan ke Kongres. Dalam pawai tersebut ia, sebagaimana yang telah disampaikannya selama berminggu-minggu, menyampaikan kembali dakwaan yang tidak berdasar bahwa ia telah dicurangi dalam pemilu presiden. Beberapa jam kemudian para pendukungnya menyerbu Kongres. Trump menyerukan kepada mereka agar “pulang” tetapi serupa mengatakan, “Kami mencintai Anda, Kamu sangat spesial. ”

Setelah polisi memulihkan ketertiban pada Kongres, Kamis dini hari (7/1) para anggota parlemen mengesahkan hasil kursi elektoral Joe Biden dari Partai Demokrat, yang akan dilantik sebagai presiden ke-46 Amerika di tanggal 20 Januari nanti.

Ibu negara pada hari Senin juga mengecam mereka yang mempertanyakan mengapa dia bungkam tentang aksi kekerasan dalam Kongres, hingga saat ini. “Saya merasa memalukan, di tengah-tengah kejadian tragis ini ada gosip-gosip dursila, serangan pribadi yang tidak berpatokan, dan tuduhan palsu yang mencemplungkan terhadap saya, dari orang-orang dengan ingin menjadi relevan dan memiliki agenda, ” ujarnya.

“Saat ini semata-mata tentang menebus negara dan warga negara kita. Saat ini seharusnya tidak dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi, ” tambahan Melania.

Melania boleh mengarahkan pernyataannya sedikitnya pada Stephanie Winston Wolkoff, mantan penasehat dan temannya yang akhir pekan berantakan menulis artikel di Daily Beast bahwa Melania telah mendorong suaminya dan bahwa “tangannya juga berlumuran darah. ”

Melania Trump juga tampaknya mengucapkan terlepas tinggal pada Gedung Putih pra masa jabatan suaminya berakhir 20 Januari nanti. “Merupakan suatu kehormatan seumur hidup bagi saya bisa menjadi Ibu Negara, ” ujarnya. “Saya ingin menyampaikan terima afeksi kepada jutaan warga Amerika dengan mendukung suami saya dan saya selama empat tahun terakhir ini, dan menunjukkan dampak luar lazim dari semangat Amerika. Saya berterima kasih karena diperkenankan memberi pelayanan di platform yang saya sukai. ”

Presiden Trump hari Senin memerintahkan untuk menurunkan bendera Amerika menjadi setengah dasar hingga Rabu nanti (13/1) untuk menghormati Sicknick dan Liebengood. [em/jm]