Tumpuan Dunia terhadap Pemimpin Baru GANDAR

0
144

Dunia ikut menaruh harapan besar dengan kepemimpinan baru Amerika, terlebih setelah Joe Biden menandatangani 17 kesimpulan eksekutif yang sebagian diantaranya menanggalkan kebijakan-kebijakan presiden sebelumnya yang kontroversial. Jerman dan Perancis berharap mampu kembali menata kebijakan iklim, China ingin memulihkan hubungan yang 4 tahun terakhir ini tegang. Sementara WHO menyambut baik sikap Amerika untuk tetap menjadi anggota pranata itu.

Sejumlah kepala dunia menyampaikan harapan mereka untuk kehadiran pemimpin baru Amerika, Joe Biden, yang dilantik 20 Januari lalu. Kanselir Jerman Angela Merkel hari Kamis (21/1) mengatakan tersedia cakupan kerja yang lebih besar dengan pemerintah baru Amerika di isu-isu seperti perubahan iklim, migrasi dan kerjasama dalam Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Kanselir Jerman Angela Merkel

“Ada cakupan kesepakatan kebijaksanaan yang lebih luas dengan Pemimpin Biden. Jika kita lihat arahan eksekutif yang ditandatanganinya kemarin, kita lihat bagaimana kita akan balik bekerjasama dalam Badan Kesehatan Dunia WHO, dalam perjanjian iklim Paris, dan mungkin kita akan mempunyai pandangan yang sama dalam isu migrasi. Namun kami juga terang bahwa dengan presiden baru tersebut, kita tidak bisa sekedar berharap pada persetujuan politik, tetapi harus ada pembicaraan tentang bagaimana kita melakukan sesuatu secara lebih elok demi kepentingan kedua negara, ” kata Merkel.

Sementara, Presiden Perancis Emmanuel Macron menyampaikan harapannya agar Biden menunjukkan komitmen yang lebih mulia pada militer untuk melawan ekstremis ISIS di beberapa wilayah pertengkaran, khususnya di Timur Tengah. Saat ini sekitar 900 personil prajurit Perancis menjadi bagian dari perserikatan internasional pimpinan Amerika untuk melayani ISIS.

“Saya yakin dalam beberapa minggu ke aliran, pemerintahan Biden harus membuat keputusan-keputusan penting yang akan menandai komitmen dan kesadaran yang lebih mulia dalam perang melawan terorisme. ”

Juru bicara Departemen Luar Negeri China Hua Chunying mewakili pemerintah berharap setelah masa sulit empat tahun terakhir itu,

Juru bicara Kemlu China, Hua Chunying

“Presiden Biden juga mengucapkan bahwa banyak hal yang kudu diperbaki dan dipulihkan Amerika. Saya yakin ini juga menyangkut ikatan antara China dan Amerika. Pada beberapa tahun terakhir ini, pemerintah Trump, khususnya Pompeo, telah memasang begitu banyak ranjau yang menetapkan disingkirkan. Begitu banyak jembatan yang telah dibakar dan menunggu perbaikan. Begitu banyak jalan yang terleka dan harus diperbaki. Apa saja mungkin selama kita bersungguh-sungguh mengupayakannya. Saya yakin dengan upaya bergandengan kedua pihak, maka niat elok dari hubungan China AS ini akan menang atas kekuatan sundal. ”

Sementara tersebut, Iran berjanji akan memunuhi komitmen-komitmennya berdasarkan perjanjian nuklir tahun 2015 jika pemerintah baru Amerika melakukan hal yang sama.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengucapkan, “Keputusannya ada di tangan Amerika dan Washington. ”

Presiden Joe Biden bergerak cepat menata kembali kebijakan Amerika di beragam lini lewat 17 perintah eksekutif yang ditandatanganinya beberapa jam setelah dilantik. Antara lain komitmen baru untuk bergabung dengan Organisasi Kesehatan Negeri WHO dan Perjanjian Iklim Paris 2015 yang dipuji banyak kalangan. [em/jm]