Atasi Wabah Covid-19, Israel Tutup Bandara Ben Gurion

0
140

Pertama Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Minggu (24/1) mengatakan pihaknya sudah menutup bandara internasional Ben Gurion bagi seluruh penerbangan ketika pemerintah berlomba mengatasi meluasnya perebakan pandemi virus corona.

Masuknya varian virus corona baru dengan sangat menular dan buruknya petunjuk keselamatan yang diberlakukan di beberapa komunitas ultra-Ortodoks telah ikut berkontribusi memicu perebakan paling cepat dalam dunia. Hal ini juga mengancam memangkas kampanye vaksinasi yang sangat berhasil di Israel.

“Kami menutup bandara Ben Gurion hari ini. Bertolak belakang dengan apa yang dikatakan, kami telah mengungguli dunia. Tidak ada kepala negara pun bisa melakukan apa yang kami lakukan. Kami merapatkan jalur penerbangan kecuali untuk perihal yang sangat langka, guna menyekat masuknya mutasi virus baru itu, dan juga memastikan kemajuan dengan sudah kami raih dalam manuver vaksinasi “kembali hidup. ” di mana dalam waktu singkat awak berhasil memvaksinasi lebih banyak masyarakat Israel. Saya ingin menekankan kalau pada minggu ini saja, kala kami menutup jalur penerbangan, awak akan memvaksinasi satu juta teristimewa warga Israel guna memastikan kekebalan warga terhadap mutasi virus itu – jika memasuki wilayah – dan varian baru yang buruk, yang lebih kecil. Dan tentu saja kami akan kembali menggelar perekonomian Israel, ” kata Netanyahu.

Media Israel mengutarakan penutupan itu akan berlangsung selama sedikitnya satu minggu.

Kantor Perdana Menteri tidak merinci tanggal penutupan dan mengatakan instruksi itu membutuhkan finalisasi aturan dewan perwakilan rakyat.

Semasa perebakan pandemi virus corona, Israel telah melaksanakan pembatasan masuk di bandara internasional utama Ben Gurion. Tetapi membina pengecualian pada beberapa kategori, termasuk mahasiswa keagamaan dan warga Israel yang kembali dari luar kampung. Ijin juga diberikan pada wisatawan Israel yang ingin bepergian ke “negara-negara zona hijau. ”

Pembatasan perjalanan udara itu tampaknya membuat varian baru virus corona yang sangat menular dibanding Inggris dan negara-negara lain merembes ke Israel.

Kementerian Kesehatan Israel mencatat lebih sejak 595. 000 kasus virus itu sejak awal pendemi, termasuk 4. 361 kasus kematian.

Kasus baru terus meningkat sekalipun negara itu melancarkan kampanye vaksinasi massal dan kini berada di kondisi lockdown secara nasional, yang ketiga sejak pandemi ini terjadi. [em/jm]