PM Jepang Berharap Olimpiade Tokyo Dilangsungkan Bulan Juli

0
124

Ketidakpastian membuat pihak penyelenggara Olimpiade di Jepang membatalkan rencana publik apapun untuk menandai tonggak sejarah karena penangguhan Olimpiade di Tokyo ini merupakan yang mula-mula sejak Perang Dunia Kedua.

Setelah ditangguhkan pada Maret 2020 lalu, Perdana Menteri Yoshihide Suga masih berharap pesta gerak ini dilangsungkan pada 23 Juli nanti.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga

“Olimpiade dan Paralimpik di musim panas di Tokyo nanti akan membuktikan bahwa umat manusia telah berhasil mengatasi virus corona dan kesempatan untuk menunjukkan pada dunia pemulihan pasca gempa bumi dahsyat di Jepang Timur. Dengan tekad untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna mencegah transmisi dan mewujudkan turnamen yang bakal menunjukkan harapan dan keberanian pada dunia, kami lanjutkan persiapan dengan sudah dilakukan, ” kata Suga.

Namun demikian, saat ini kebijakan darurat diberlakukan di Tokyo dan beberapa daerah lain di Jepang karena melonjaknya pandemi virus corona, di mana ada kira-kira 4. 500 kasus kematian dengan dikaitkan dengan Covid-19 ini. Bukannya menghitung mundur menjelang Olimpiade 23 Juli nanti, yang menjadi fokus perhatian di negara matahari lahir itu justru virus corona dan spekulasi pembatalan pesta olahraga bergengsi itu. Jajak pendapat terbaru membuktikan 80% warga Jepang ingin supaya Olimpiade ditangguhkan atau bahkan ditunda saja. Sisanya, meski ingin Olimpiade jalan terus, tetap khawatir hendak dampaknya.

“Delapan puluh persen saya ingin Olimpiade langgeng dilangsungkan, tetapi ada 20% perasaan khawatir apa yang akan berlaku pada Jepang jika Olimpiade dibatalkan. Kami sudah melewati begitu penuh hal. ”

Shintaro Yamanaka, seorang pebisnis berusia 38 tahun mengatakan, “Kalau pun Jepang mampu meredam virus corona, kami kira dengan situasi saat tersebut kita tidak dapat menyambut para atlet. Ini harus dibatalkan. Perkiraan yang digunakan untuk acara tersebut sebaiknya digunakan untuk langkah-langkah anti-virus. ”

Keputusan final soal apakah Olimpiade ini akan tetap diselenggarakan atau tidak diperkirakan baru akan diumumkan sekitar 25 Maret nanti, yang disebut-sebut jadi tanggal dimulainya estafet obor sebab satu kota ke kota lain. [em/jm]