Pentagon Tunda Rencana Vaksinasi COVID-19 bagi Tahanan Guantanamo

0
527

Pentagon pada Sabtu (30/1) mengatakan menangguhkan rencana untuk memvaksinasi para tahanan di Guantanamo dengan vaksin COVID-19. Rencana itu mendapat tentangan, tengah Amerika Serikat (AS) lamban di dalam memvaksinasi para pekerja garis ajaran dan warga lansia.

“Tidak ada tahanan Guantanamo yang divaksinasi, ” kata juru kata Pentagon John Kirby lewat Twitter seperti dilaporkan kantor berita AFP. “Kami menangguhkan rencana, sementara kami meninjau protokol perlindungan angkatan bersenjata. Kami tetap berkomitmen untuk membentengi agar tentara kami tetap aman. ”

Pangkalan Bala Laut di Teluk Guantanamo, Kuba menampung tahanan teroris, termasuk seorang tokoh Al-Qaeda yang diduga merancangkan serangan 9/11 Khalid Sheikh Mohammed.

Departemen Pertahanan mengutarakan kepada media AS pekan tersebut bahwa mereka akan menawarkan vaksinasi kepada para tahanan dan narapidana untuk menerimanya “secara sukarela. ”

Tentangan datang sebab beberapa anggota Kongres faksi Republik, termasuk Kevin McCarthy.

“Presiden Biden mengatakan dia mau punya rencana untuk mengalahkan virus sejak hari pertama (menjabat). Dia tidak pernah mengatakan berencana meluluskan vaksin kepada para teroris pra memberikannya kepada sebagian besar anak buah Amerika, ” cuitnya.

AS merupakan negara yang mengalami kasus virus corona terparah dalam dunia, dengan 436 ribu moralitas dan hampir 26 juta kasus.

Presiden Joe Biden telah berjanji untuk memvaksinasi 100 juta warga Amerika dalam 100 hari pertamanya menjabat. Tapi sejauh ini gerakan vaksinasi massal bertemu sejumlah kendala, termasuk kurangnya vaksin dan kendala teknis.

Menurut para pejabat kesehatan, AS sejauh ini baru memvaksinasi kurang dari 30 juta dari hampir 50 juta dosis yang didistribusikan di negara itu. [vm/ft]