Duta Top Uni Eropa Dituduh Terjebak Propaganda Rusia

0
380

Besar Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mendapat kritikan cendekia, Sabtu (6/2), karena kunjungannya ke Moskow. Sebelumnya, beberapa anggota arah itu telah mendesaknya agar membiarkan kunjungan itu, karena khawatir Kremlin akan memanipulasi kunjungan tiga hari itu demi kepentingannya.

Para pengkritik Borrell termasuk mantan Perdana Menteri Belgia Guy Verhofstadt serta beberapa diplomat Barat yang lain. Mereka mengatakan kekhawatiran terbesar itu terjadi ketika Borrell mengadakan konvensi pers bersama dengan Menteri Asing Negeri Rusia Sergey Lavrov di Jumat (5/2). Dalam konferensi pers itu, Borrell mengatakan belum ada anggota Uni Eropa yang mengajukan sanksi-sanksi baru terkait pemenjaraan penggagas Alexey Navalby, pengkritik keras Pemimpin Vladimir Putin.

Tak lama sebelum konferensi pers itu, para pejabat Kremlin mengumumkan kesimpulan mereka untuk mengusir tiga diplomat Uni Eropa dari Jerman Polandia, dan Swedia. Ketiganya diusir sebab dituduh terlibat dalam aksi-aksi muncul rasa Navalny, langkah yang diduga bertujuan mempermalukan Borrell.

Para pengkritik mengatakan jebakan propaganda itu kemungkinan memperkuat para pejabat Rusia untuk mempertahankan penindakan tegas ala para militer terhadap para pembangkang internal dan aktivis biasa sosial yang menuntut pembebasan Navalny.

“Borrell harus mengingat untuk mengundurkan diri, ” cuit seorang anggota parlemen Uni Eropa, Rasa Juknevičienė, yang juga mantan menteri pertahanan Lithuanian. Ia mengecam pesan Borrell bahwa Uni Eropa dan Rusia “bisa bekerja pas meski ada kesalahpahaman. ”

Meski sudah jelas pra kedatangan Borrell di Moskow kalau Kremlin akan “mencelanya, ” Juknevičienė mencuit, seluruh Uni Eropa sudah dilecehkan. [vm/ft]