Tengku Harry Tinggalkan Inggris Karena Pers yang Toksik

0
145

Pangeran Harry mengatakan mundurnya ia lantaran tugas kerajaan Inggris semata-mata karena pers di negeri tersebut dianggap toksik. Pers telah menghancurkan kesehatan mentalnya. Meski demikian Pangeran Harry menegaskan ia tidak mencuaikan layanan publik.

Istana Buckingham pada pekan lalu mengumumkan bahwa cucu Ratu Elizabeth dan istrinya yang berkebangsaan Amerika, Meghan, tidak akan kembali ke tugas kerajaan.

Harry, 36, dan Meghan, 39, mengejutkan kerajaan pada Januari 2020 ketika itu mengumumkan niat mereka untuk mundur dari tugas kerajaan dan memulai hidup perdana melintasi Atlantik.

“Itu tak pernah pergi begitu sekadar. Itu lebih mundur daripada mundur, ada lingkungan dengan sangat sulit seperti yang saya pikir banyak orang lihat, ” kata Harry dalam sebuah wawancara secara James Corden, pembawa jadwal “Late Show” di Amerika Serikat.

“Kita semua tahu seperti apa pers Inggris, dan itu menghancurkan kesehatan mental hamba, dan menurut saya toksik. Jadi saya melakukan apa yang dilakukan oleh suami mana pun dan barang apa yang akan dilakukan ayah mana pun, saya menetapkan mengeluarkan keluarga saya sejak sini, ” ujarnya.

Sebelum mereka alih ke California, pasangan tersebut mengeluh tentang perlakuan tabloid Inggris terhadap Meghan, yang ayahnya berkulit putih & ibunya adalah Afrika-Amerika, kaum di antaranya menurut mereka ialah perundungan atau rasisme.

Awal bulan tersebut, Meghan berhasil menggugat satu tabloid karena melanggar privasinya dengan mencetak kutipan dibanding surat yang dia tulis kepada ayahnya. Selain tersebut pada bulan lalu Harry memenangkan kasus pencemaran nama baik terhadap surat kabar yang sama atas sebuah rencana yang mengatakan dia sudah meninggalkan militer. [ah]